Baca Buku

The Eyes of Darkness: Konspirasi di Balik Kematian Bocah Polos

Novel The Eyes of Darkness karangan Dean Koontz. (Foto: dok. GenPI.co)
Novel The Eyes of Darkness karangan Dean Koontz. (Foto: dok. GenPI.co)

GenPI.co - Tina adalah seorang mantan penari, menjalani hari dengan kepedihan. Luka karena kehilangan putra semata wayangnya seketika berdarah lagi saat ia mampir di sebuah supermarket 24 jam usai pulang kerja.

Ketika hendak membeli roti gandum dan susu, ia melihat seorang bocah yang duduk menunggu di dalam sebuah Chevy. Bocah itu mirip Danny, putranya yang sudah almarhum.

Tina memegang fakta bahwa Danny meninggal dalam sebuah kecelakaan bus, menjadi satu dari belasan korban yang tewas. Namun kejadian-kejadian yang entah kebetulan belakangan membangunkan sebuah firasat kuat akan misteri di balik kematian putranya itu.

BACA JUGA: Defending Jacob: Membela Anak dari Tuduhan Pembunuhan

Benar saja, upaya untuk menguak kebenaran membuat perempuan itu masuk dalam lingkaran intrik lintas negara yang mengerikan. Kematian bocah itu membuatnya mengungkap fakta senjata biologis paling berbahaya yang diproduksi di Wuhan, China. Dan kejutannya, Danny masih hidup!

loading...

The Eyes of Darkness memberikan kisah apik perjuangan seorang perempuan biasa melawan musuh yang hampir mustahil dikalahkannya. Novel fiksi kalangan Dean Koontz ini dirilis pada tahun 1981, namun kembali diperbincangkan dengan luas 39 tahun kemudian, yakni pada tahun 2020 ini.

Bagaimana tidak, kisah senjata biologis di dalam novel itu mirip sekali dengan virus corona yang tengah mewabah saat ini. Koontz bercerita jika mengenai Wuhan-400,  virus bikinan ilmuwan bernama Li Chen di sebuah laboratorium di luar kota Wuhan.  

Wuhan-400 itu disebut sebagai senjata sempurna yang hanya menyerang manusia dan tidak mahluk hidup lain. Seperti sipilis, virus ini bisa bertahan lebih dari beberapa menit di luar tubuh manusia.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING