Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Bayi Lahir Secara Prematur Berisiko Mata Juling, Apa Benar, Dok?

Kianti Raisa Darusman, Sp.M (K), MMedSci, Spesialis Mata Konsultan Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus. Foto: Instagram/Kianti Raisa Darusman
Kianti Raisa Darusman, Sp.M (K), MMedSci, Spesialis Mata Konsultan Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus. Foto: Instagram/Kianti Raisa Darusman

GenPI.co - Saya baru saja melahirkan secara prematur. Saya perhatikan kondisi mata anak saya terlihat juling.

Apakah posisi matanya dapat kembali normal seperti anak pada umumnya?  Terima kasih.

BACA JUGA5 Dampak Positif Anak Bermain dengan Teman Sebayanya

(Karen Alicia, 28 tahun, Semarang)

Jawaban

Kianti Raisa Darusman, Sp.M (K), MMedSci, Spesialis Mata Konsultan Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

Bayi yang lahir secara prematur memiliki risiko mempunyai mata juling, namun biasanya hal ini dapat dinilai setelah usia bayi 6 bulan ke atas.

Bunda tidak perlu khawatir berlebihan karena bayi yang lahir secara prematur tidak semua memiliki kondisi fisik mata yang sama.

Mata juling atau strabismus merupakan posisi bola mata yang tidak selaras atau tak lurus.

Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada pandangannya sehingga dapat menjadi tidak fokus.

Kelainan mata juling pada anak dapat berkembang dari masa kanak-kanak hingga balita.

Perlu diperhatikan saat usia 0 hingga 6 bulan nampak mata anak juling, terlebih saat ia sedang mengalami kelelahan, tidak perlu khawatir.

Sebab, hal tersebut sangat wajar. Karena beberapa bayi yang baru lahir memiliki lipatan kulit ekstra pada bagian sudut dalam matanya.

Fenomena tersebut biasa disebut pseudoesotropia atau juling palsu yang sangat umum terjadi pada bayi.


Reporter : Asahi Asry Larasati

Redaktur : Irwina Istiqomah

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING