Mengenal Kerambit, Senjata Minang dalam John Wick 3

Kerambit memiliki reputasi menakutkan di kalangan petarung modern. Ukurannya yang kecil dan melengkung seperti cakar dapat membuat seorang petarung yang tidak awas kehilangan nyawa.
Kerambit memiliki reputasi menakutkan di kalangan petarung modern. Ukurannya yang kecil dan melengkung seperti cakar dapat membuat seorang petarung yang tidak awas kehilangan nyawa.

GenPI.co — Traveler yang menonton John Wick Bab 3, akan melihat senjata asli nusantara itu berkelebat kesana kemari, merobek pakaian John Wick, melukai kulitnya, dan nyaris membuatnya terbunuh. Dalam film ini,

Orang Amerika memegang pistol 

Orang Arab memegang janbiya

Orang Jepang memegang katana

Orang Indonesia memegang Karambit. 

Semua pembunuh terbaik dalam John Wick: Parabellum bertarung dengan senjata asli yang sangat mereka kuasai. 

Dibalik aksi keren kerambit di tangan Yayan Ruhian, ternyata kerambit memiliki reputasi menakutkan di kalangan petarung modern. Ukurannya yang kecil dan melengkung seperti cakar dapat membuat seorang petarung yang tidak awas kehilangan nyawa. Tidak heran bila kerambit (atau ‘Karambit’ dalam lidah orang barat) dijadikan senjata pegangan oleh banyak orang, mulai dari warga sipil penggemar beladiri, kalangan pengawal pribadi, sampai anggota aktif militer. 

Kerambit diyakini berasal dari budaya beladiri suku Minangkabau, aliran silat berdasar gerakan Harimau yang tumbuh disana telah mengembangkan senjata rahasia yang meniru kuku harimau untuk menyempurnakan Silat Harimau mereka. Silat ini luas dipelajari dan menghasilkan para pendekar hebat, yang beberapa diantaranya dikenal sebagai Harimau Nan Salapan. 

Dari Minangkabau, kerambit menyebar ke seluruh nusantara, bukan hanya Indonesia, tapi juga Malaysia, dan Filipina. Penyebaran ini mengikuti jalur perdagangan. Kerambit lalu masuk ke jawa, madura, dan Nusa Tenggara. 

Di Jawa, kerambit dikembangkan menyesuaikan dengan budaya lokal penggunanya. Kujang di tanah Sunda dan Celurit di Tanah Madura diduga berkembang dari kerambit. Sementara di bagian lain pulau jawa, kerambit dikenalkan oleh pendekar Jawa murid langsung dari pendekar Silek Harimau. 

Para Panglima Minangkabau yang tergabung dalam Harimau Nan Salapan memiliki murid, salah satunya adalah Datuk Rajo Batuah di Kampung Ampang Padang. Datuk Rajo Batuah lalu melatih seorang murid bernama Ki Ngabehi Surodiwiryo yang lalu menyebarkan Silat dan kerambit melalui perguruan pencak silat Setia Hati. Catatan tertulis tertua tentang Kerambit ada dalam Asian Journal British, edisi juli – dec tahun 1827. Disitu kerambit disebut dengan nama ‘Karambit’. 

Baca juga:

4 Hal yang Membahagiakan Bangsa Indonesia Saat Nonton John Wick 3

John Wick 3, Ini Bukti Kerambit Paling Mematikan di Dunia

Dalam khazanah pertarungan modern, kerambit dipopulerkan oleh mantan anggota CIA, Steve Tarani. Steve Tarani yang kini bekerja di Kementerian Luar Negeri AS program bantuan anti-teroris pernah berlatih silat Sunda di Indonesia. 

Saat itulah dia berkenalan dengan kerambit yang lalu dia bawa ke dunia militer dan keamanan Amerika Serikat. Menurut pelacakan Steve Tarani, Karambit telah ada sejak tahun 1400-an. 

Di Amerika, kerambit menjadi senjata favorit di kalangan sipil karena ukurannya yang sesuai dengan telapak tangan dan bisa digunakan untuk keperluan selain mempertahankan diri. Sementara di kalangan militer dan penyedia jasa keamanan, kerambit dipakai berdampingan dengan senjata api serbu yang dipergunakan sebagai pertahanan saat mendapat serangan jarak dekat dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk menembak atau saat kehabisan peluru. 


Simak video ini:


Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER