Sutopo Meninggal karena Kanker Paru, Cegah Kanker dengan 5 Cara

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) setelah berjuang melawan kanker paru-paru.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) setelah berjuang melawan kanker paru-paru.

GenPI.co — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, meninggal dunia pada Mingu dini hari, 7 Juli 2019 setelah berjuang melawan kanker paru stadium 4B di Guangzhou, China.

Terlepas dari duka itu, kanker paru memang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Tapi, penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, salah satunya olahraga. Dilansir dari Everyday Health, berikut 5 langkah hidup sehat yang bisa kamu lakukan, apa saja?

1. Berhenti merokok

Sekitar 90 persen kanker paru umumnya dipicu oleh aktivitas merokok. Oleh karena itu, penting bagi kamu sebagai perokok untuk berhenti melakukannya. Tidak ada kata terlambat meski sudah merupakan perokok aktif. 

Risiko kanker paru-paru akan mulai menurun dari waktu ke waktu, seiring dengan berhentinya merokok. Bahkan, sepuluh tahun setelah menghentikan kebiasaan itu, peluang untuk mendapatkan penyakit akan menjadi setengahnya. Hindari pula berada di sekitar orang yang merokok untuk menghindari asapnya.

2. Pola makan yang baik

Ternyata, kanker sangat berpengaruh terhadap nafsu makan, termasuk kanker paru-paru. Pada saat menjalani pengobatan, seringkali porsi makan berkurang drastis. 

Walaupun begitu, kamu tetap harus menjaga asupan kalori dan memperhatikan nutrisi yang diperoleh. Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang yang tidak menjaga pola makannya, memiliki peluang kesembuhan yang lebih kecil.

Oleh karena itu, selama perawatan, kamu memerlukan protein yang cukup. Cobalah ikan yang mudah dicerna, kalkun, atau kambing. Selain itu, pilihlah makanan yang mengandung indeks glikemik yang rendah. 

Nah, sebelum memilih program diet, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, agar mengetahui asupan nutrisi yang tepat selama pengobatan berlangsung.

3. Latihan pernapasan

Kebanyakan penderita kanker paru-paru memiliki kesulitan bernapas. Gangguan ini pada akhirnya menyebabkan mereka mudah lelah karena tidak dapat menjaga elektrolit sehat pada tubuh mereka. Nah, latihan pernapasan sebenarnya sungguh membantu ketika perawatan kanker paru-paru berlangsung.

Tarik napas melalui hidung, kemudian tarik napas melalui mulut setidaknya dua kali lebih lama dengan bibir yang mengerucut. Cara ini dapat menjaga saluran pernapasan terbuka lebih lama dan meningkatkan aliran udara ketika beraktivitas.

Baca juga:

Jadi Vegan Belum Tentu Sehat, Kenapa?

Pegangan Tangan Pacar Terbukti Bikin Jantung Sehat

4. Berolahraga

Selain dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan, berolahraga juga dapat mengurangi potensi demam, memperbaiki suasana hati, dan menjaga berat badan. Mulailah dengan jalan pagi agar bisa bernapas lebih dalam, sehingga mendapatkan sirkulasi udara dengan baik. Selain itu, olahraga juga bisa meningkatkan nafsu makan karena sering bergerak.

5. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup memang sangat penting bagi semua orang, terutama para penderita kanker yang sedang menjalani perawatan. Pada malam hari, perbaikan DNA dan sel-sel tubuh terjadi. Pola tidur malam sangat berpengaruh terhadap pengelolaan stres. Usahakan untuk tidur di kamar yang sejuk dan tidak berisik. 

Gunakan selimut berbahan bulu karena membantu pertukaran sirkulasi udara dan bisa menjaga kehangatan. Dan kurangi penggunaan barang elektronik sebelum tidur.

Dengan konsisten melakukan pola hidup sehat, dapat mengurangsi risiko penyakit kanker pada tubuh kita, termasuk kanker paru-paru.


Simak juga video ini:


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER