Begini Kisah Aprillisyfa, Pelukis Belia di PSLI 2018

Pasar Seni Lukis Indonesia 2018 telah dibuka Jumat, 12 oktober 2018.  Gubernur Jawa Timur, Soekarwo sendiri yang meresmikannya. Lokasinya di JX International Expo.

Puluhan pelukis turut serta dalam ajang bergengsi ini.  Salah satunya adalah Aprilisyifa Handayani. Istimewanya, Aprilisyifa adalah salah satu dari segelintir pelukis wanita yang turut meramaikan PSLI 2018 ini. Ia juga merupakan pelukis paling muda yang berpartisipasi di PSLI 2018.

Saat ditemui di JX International Expo, Aprilisyifa tampak sedang asyik melukis di depan stannya. Ada banyak lukisan buah karya siswa SMAN 1 Malang  yang dipajang di stan itu.  Temanya sama; bunga tulip.

Bunga Tulip memang merupakan bunga favorit Aprilisyifa. cita-cita nya suatu saat ingin melihat sendiri perkebunan bunga tulip di Belanda.

Aprillisyfa mengaku gemar menggambar sejak kelas 4 SD. Oleh sang ibu, Aprilisyifa akhirnya pada dimasukkan ke sanggar  milik pelukis terkenal, Sadikin Pard, di Malang. Saat dia duduk di kelas 2 SMP. Di tangan maestro yang melukis dengan kaki itu, kemampuan melukisnya terus diasah. Hingga akhirnya ia diajak ikut serta dalam pameran Seni Lukis Indonesia saat dia masih berada di kelas 1 SMA.

Sadikin  menganggap Aprillisyfa memiliki bakat yang unik. Itu juga yang membuatnya mau menerima gadis itu untuk belajar di sanggarnya. "Saya awalnya tidak berniat punya murid, " kenang  Sadikin.

Pertemuan dengan Sadikin juga memiliki kisahnya sendiri.  Aprilisyifa sudah lama meminta kepada ibunya agar dimasukkan dalam sanggar seni lukis agar bakatnya bisa diasah lebih baik. Namun lantaran kondisi ekonomi yang kurang mendukung, sang ibu menjadi bingung dibuatnya.

Namun ia tak mau mematahkan asa putrinya. Aprillisyfa pun diajak jalan-jalan ke kota Malang, untuk berkenalan dengan para pelukis jalanan yang ada di sana.

Hingga suatu saat Aprillisyifa melihat Sadikin  yang sedang tayang di televisi. Ia pun segera mencatat alamat pelukis kawakan tersebut.  Setelah perjalanan pencarian yang keempat kalinya barulah mereka bisa bertemu dengan pelukis unik itu.

 "Tekadnya yang kuat membuat saya mau punya murid," kata Sadikin.

Ini kali ketiga Aprilisyifa berpartisipasi dalam Pasar Seni Lukis Indonesia. Pertama kali saat dia masih kelas 1 SMA. Melalui kemampuan melukisnya,  dia bisa membantu orang tuanya dan bahkan membeli laptop dan ponsel sendiri.

Sambil terus menggerakkan kuasnya untuk menyelesaikan lukisan perkebunan tulip, Aprilisyifa menyebutkan cita-citanya untuk bisa melanjutkan sekolak ke akademi pelayaran. Ketika ditanya apakah dia ingin menjadi pelaut agar bisa ke Belanda, Aprilisyifa  hanya tertawa lepas.

Ya, semoga cita-citanya untuk melihat perkebunan tulip kelak bisa tercapai. Namun yang jelas kini Aprilisyifa sudah masuk dalam jajaran pelukis kelas atas Indonesia, setara dengan orang-orang yang usianya jauh diatas dirinya.

Maju terus Aprilisyifa, terus berkarya!

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter