Yuk Cari Tahu Bahan Tinta Jariungu di Pemilu 2019

Tinta jariungu pada Pemilu 2019. (Foto: Tribunnews)
Tinta jariungu pada Pemilu 2019. (Foto: Tribunnews)

GenPI.co - Pemilu di Indonesia identik dengan jariungu. Itu karena setelah mencoblos, pemilih wajib mencelupkan jarinya ke tinta ungu sebagai bukti telah mengikuti pencoblosan. 

Pernah terlintas di benak, tinta ungu itu terbuat dari apa? Cari tahu yuk!

Tinta jariungu yang digunakan untuk Pemilu 2019 berasal dari tumbuhan bermana Melastoma malabathricum L. Nama lokalnya adalah  senduduk, harendong, senggani, kluruk. Menurut  peneliti Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Litbang Kehutanan dalam Buku Seri 1 Iptek Kehutanan, tumbuhan tersebut penghasil   warna ungu itu adalah satu dari 62 jenis tumbuhan pewarna alami yang ada di Indonesia.

Baca juga: Begini Media Asing Menyoroti Pemilu 2019 di Indonesia 

Tinta yang dihasilkan dari ekstrak tumbuhan M.malabathricum L merupakan tinta alami yang aman, ramah lingkungan dan ekonomis. Selain itu, tinta sidik jari dari tumbuhan ini berwarna ungu. Ini sesuai dengan persyaratan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No. 32 tahun 2008 tentang spesifikasi warna tinta pemilu.

Yuk Cari Tahu Bahan Tinta Jariungu di Pemilu 2019M. malabathricum L. (Foto: Researchgate)

Menurut salah satu peneliti Balitbang Kehutanan, Agustini, tinta jariungu yang digunakan untuk pilpres tahun ini memiliki kualitas yang baik. Itu karena mempunyai daya lekat di kulit dan kuku jari, serta tidak luntur ketika dilap dengan kertas tissue atau kain. Tinta ini juga  tahan terhadap pencucian dengan air dan deterjen dengan waktu kering 55-60 detik setelah pencelupan, serta tidak menimbulkan gatal dan iritasi pada kulit.

M. malabathricum L sendiri merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup. Jenis tumbuhan ini dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia mulai dataran rendah sampai dataran tinggi. 

Mudah didapatkan, mudah pula diproduksi. Harga tinta jariungu M.malabathricum skala laboratorium hanya sekitar Rp 21.000/botol/40 cc.Lebih murah dari harga tinta berbahan dasar sintetik dan import ± Rp 30.000/botol/30 cc.

Penggunaan tinta alami dari M. Malabathricum.L merupakan pilihan yang tepat untuk mengganti tinta sintetis. Tinta jariungu ini lebih aman, ramah lingkungan dan ekonomis. Pasalnya, tinta pemilu yang digunakan di berbagai negara dibuat dari pewarna sintetik dengan penambahan senyawa perak nitrat (AgNO3). Senyawa ini  memiliki resiko pada kesehatan karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan mempengaruhi sistem syaraf.

Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER