Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Negara Superpower Gempur China atas Xinjiang, Aroma Perang Besar?

Para mahasiswi Muslim Uighur dalam ruang kuliah di Xinjiang College. Foto: Reuters.
Para mahasiswi Muslim Uighur dalam ruang kuliah di Xinjiang College. Foto: Reuters.

GenPI.co - Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris telah bentrok dengan China di Perserikatan Bangsa-Bangsa atas perlakuannya terhadap orang Uighur dan orang-orang dari sebagian besar kelompok Muslim lainnya di Xinjiang.

“Kami akan terus berdiri dan berbicara sampai pemerintah China menghentikan kejahatannya terhadap kemanusiaan dan genosida Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang,” ujar Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield dalam keterangannya, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (14/5/2021).

BACA JUGA: Pandemi Menggila, Kematian Warga India Meningkat, Sangat Dahsyat

PBB, beberapa negara barat, akademisi dan kelompok hak asasi mengatakan ratusan ribu orang Uighur telah dikirim ke kamp pendidikan ulang di wilayah paling barat.

Tetapi, China telah mengakui keberadaan kamp tersebut, tetapi mengatakan kamp tersebut adalah pusat pelatihan keterampilan kejuruan yang diperlukan untuk menangani kelompok garis keras.

“Di Xinjiang, orang-orang disiksa. Wanita sedang disterilkan secara paksa,” kata Thomas-Greenfield.

Sementara, Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menyatakan pada acara tersebut ada sekitar satu juta orang Uighur dan sebagian besar etnis minoritas Muslim yang ditahan secara sewenang-wenang.

Dalam sebuah catatan kepada negara-negara anggota PBB minggu lalu, misi PBB di China menolak tuduhan tersebut sebagai 'kebohongan dan tuduhan palsu' dan menuduh negara-negara penyelenggara 'terobsesi dengan memprovokasi konfrontasi dengan China'.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING