Malaysia Perpanjang Lockdown, TKI Takut Kelaparan

Petugas wanita menyemprotkan desinfektan di sebuah pasar, yang ditutup saat pengendalian pergerakan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng
Petugas wanita menyemprotkan desinfektan di sebuah pasar, yang ditutup saat pengendalian pergerakan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng

GenPI.co - Kebijakan Malaysia memperpanjang lockdown berdampak pada TKI di Negeri Jiran. Semua aktivitas bisnis terhenti. TKI pun mulai dibayangi ketakutan kelaparan.

Malaysia memang resmi memperpanjang Lockdown corona (Covid-19). Kebijakan lockdown yang semula diberlakukan 18-31 Maret, diperpanjang hingga 14 April 2020.

BACA JUGA: Tampil Manis dan  Cantik dengan Lipstik Peach Lokal 

Ketakutan ini bukan tanpa sebab. Banyak proyek yang mempekerjakan TKI mangkrak. Semua aktivitas terhenti. Roda bisnis di Malaysia seperti berjalan mundur. 

Pusat Penyelesaian Permasalahan Warga Negara Indonesia di Malaysia (P3WNI) menyebut banyak tenaga kerja Indonesia di Negeri Jiran yang kelaparan di tengah virus corona. 

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Mau Video Call dengan Pacar? Pakai Lipstik Antiluntur 

TKI di Malaysia, utamanya yang mengandalkan upah harian dan mingguan, tidak bisa mencari nafkah. Itu berimbas ke berkurangnya kemampuan membeli kebutuhan pokok seperti makanan.

Saat ini, masih banyak TKI yang bekerja di sektor informal seperti pabrik perkilangan, buruh bangunan, restoran, dan jasa kebersihan. Beberapa sektor pekerjaan itu, katanya, masih menerapkan sistem gaji harian dan mingguan. (*)


Redaktur : Agus Purwanto

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING