India Perpanjang Lockdown, Warga Miskin Makin kelaparan

Petugas kepolisian India berpartisipasi dalam sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi lockdown. Foto: Antara
Petugas kepolisian India berpartisipasi dalam sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi lockdown. Foto: Antara

GenPI.co - India memperpanjang lockdown hingga 3 Mei mendatang di seluruh wilayah akibat jumlah pasien positif covid-19 menembus angka 10.000 jiwa, 363 orang meninggal dunia.  Meskipun isolasi massal telah diberlakukan selama tiga minggu.

Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidatonya yang disiarkan via televisi menyampaikan pemerintah harus mencegah penularan virus corona ke wilayah baru.

BACA JUGA: Geger, Desainer Bikin Tas dari Bahan Tulang Manusia

Walaupun demikian, ia mengumumkan aturan pembatasan akan dicabut pada minggu depan di daerah yang kurang terdampak sehingga kegiatan pokok dapat kembali berjalan.

"Sampai 3 Mei nanti, tiap warga India akan tetap berada di bawah aturan karantina. Saya meminta seluruh masyarakat India untuk menghentikan penyebaran virus corona ke daerah lain," kata PM Modi.

loading...

Meskipun jumlah pasien di India cukup rendah apabila dibandingkan dengan kasus di negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Italia, dan Spanyol, sejumlah ahli kesehatan khawatir penderita covid-19kemungkinan lebih tinggi dari data resmi. Pasalnya, kapasitas pemeriksaan di India rendah.

BACA JUGA: Polisi Pakai APD Lengkap saat Menangkap Tio Pakusadewo

"Bangsa ini diuntungkan dengan aturan jaga jarak dan karantina wilayah. Jika dilihat hanya dari perspektif ekonomi, harga yang dibayarkan tentu mahal. Kita telah membayar mahal, tetapi itu tidak sebanding dengan melindungi nyawa rakyat India," ujar Modi.


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING