Teka-Teki COVID-19: Mematikan di Amerika tapi TIdak di Asia

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay

GenPI.co - Ada teka-teki besar terkait covid-19. Di Amerika dan Eropa, efeknya sangat mematikan. Tapi di Asia, pandeminya terlihat seperti biasa saja. Apa yang membuat itu bisa terjadi?

China, tempat COVID-19 pertama kali muncul di Kota Wuhan, mencatat angka kematian kurang dari 5.000 jiwa atau 3 kematian per 1 juta penduduk. Jepang memiliki 7 kematian per 1 juta penduduk, India 3 kematian per 1 juta penduduk, dan Vietnam mencatat nol kematian per 1 juta penduduk.   

BACA JUGA: Uang Selalu Mengelilingi Zodiak Ini, Hidup Mereka Happy Terus

Bandingkan dengan Jerman yang mempunyai 100 kematian per 1 juta penduduk. Amerika dengan 300 kematian, serta Inggris, Italia, dan Spanyol yang mencatat lebih dari 500 kematian per 1 juta penduduk. Faktor utamanya bisa disimak dari sejumlah hal berikut ini.

1 Iklim dan budaya

ADVERTISEMENT

Iklim tropis dengan suhu udara dan kelembapan tinggi mungkin berpengaruh terhadap penyebaran COVID-19 di sejumlah negara seperti Kamboja, Vietnam, dan Singapura. Beberapa studi berpendapat cuaca panas dan lembap dapat memperlambat penyebaran virus, meski tidak menghentikannya.  

Alasan ini harus diteliti lagi mengigat Ekuador dan Brasil yang beriklim tropis mencatat kasus kematian yang tinggi. Faktor demografis juga dianggap berperan terhadap penyebaran virus dan angka kematian COVID-19.

Negara-negara di Afrika dengan jumlah penduduk muda yang besar dianggap lebih mempunyai ketahanan dalam menghadapi pandemi COVID-19, ketimbang negara dengan jumlah penduduk lanjut usia yang besar seperti Italia.  


Redaktur : Agus Purwanto

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING