Bukan Corona, Amerika Serikat Terapkan Jam Malam di 40 Kota

Kerusuhan di Amerika Serikat atas kematian George Floyd. Foto: Antara
Kerusuhan di Amerika Serikat atas kematian George Floyd. Foto: Antara

GenPI.co - Amerika Serikat memberlakukan jam malam di 40 kota. Bukan karena virus corona, melainkan aksi kerusuhan yang menewaskan eorang pria kulit hitam, George Floyd.

Menurut laporan CNN, Minggu (31/6), sekitar 5.000 anggota Garda Nasional telah diaktifkan di 15 negara bagian dan Washington, DC, dengan 2.000 lainnya disiapkan untuk diaktifkan jika diperlukan.

BACA JUGA: Obat Covid-19 Sudah Ketemu, China Siap Produksi

Di antara sejumlah kota yang memberlakukan jam malam adalah San Francisco, Denver, Miami, Atlanta, Minneapolis, Detroit, Kansas City, dan Dallas.

Sementara itu Reuters melaporkan bahwa penjarahan terjadi pada Minggu di California Selatan, sebuah truk tanker melaju ke arah demonstran di Minneapolis dan bentrokan terjadi antara demonstran dengan polisi di Boston dan Washington, D.C saat Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Pasukan Garda Nasional dikerahkan di 15 negara bagian dan Washington, D.C. saat kota-kota besar mencoba bertahan setelah lima malam aksi kekerasan dan perusakan yang dimulai dengan protes damai atas kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd, saat dalam tahanan polisi.

"Saya benci melihat kota saya seperti ini, tetapi pada akhirnya kami membutuhkan keadilan," kata Jahvon Craven yang berusia 18 tahun.

Floyd (46) meninggal pada Senin setelah video menunjukkan seorang petugas kepolisian Minneapolis berkulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.


Redaktur : Cahaya

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING