Demonstran Ricuh Menolak Jam Malam saat Pandemi Covid-19

 Di tengah larangan perjalanan antar wilayah akibat penyebaran penyakit covid-19 di Dakar, Senegal. Foto: Antara
Di tengah larangan perjalanan antar wilayah akibat penyebaran penyakit covid-19 di Dakar, Senegal. Foto: Antara

GenPI.co - Demonstran ricuh menolak jam malam diberlakukan saat pandemi covid-19 di Dakar, Senegal, Rabu (3/6). Massa membakar sebuah mobil ambulans, melempar batu, dan menjarah perkantoran.

"Anak muda menduduki jalanan setelah jam malam dan bentrok dengan polisi. Melempar batu dan membakar ban," kata seorang warga di Dakar.

BACA JUGA: Ada Kabar dari Presiden Jokowi soal Covid-19, Semua Harus Tahu

Beberapa unjuk rasa juga berlangsung di Kaolack, daerah yang berada di wilayah selatan Senegal, kata seorang pejabat setempat.

Kebijakan Pemerintah Senegal yang ditujukan menanggulangi pandemi covid-19 tidak banyak dikritik warga, tetapi perekonomian negara itu terdampak cukup parah akibat adanya aturan jam malam dan larangan perjalanan antardaerah.

loading...

Otoritas setempat mencatat hampir 4.000 orang telah tertular COVID-19 dan 45 di antaranya meninggal dunia. Dakar dan Touba, pusat perdagangan dan tujuan ziarah utama di Senegal, jadi dua kota yang terdampak parah.

Aksi massa di Dakar dan Touba mengangkat persoalan yang dihadapi banyak negara di wilayah Sub-Sahara Afrika. Pasalnya, banyak kebijakan yang ditetapkan berdampak pada penghidupan jutaan warga yang bekerja di sektor informal sehingga akhirnya memicu ketegangan di masyarakat.

BACA JUGA: Bulan Madu Berakhir dengan Maut, Selamat Jalan Mas Bagas...


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING