Kata Keponakan, Donald Trump Curangi Ujian Masuk Perguruan Tinggi

Presiden AS Donald Trump (Foto: Antaranews)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Antaranews)

GenPI.co - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diterpa isu tak sedap soal pendidikan tingginya. Tak tanggung-tanggung, yang memberikan tudingan tersebut adalah keponakan sendiri berbama Mary L. Trump.

Dalam sebuah buku berjudul Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man yang ditulisnya, anak dari kakak Presiden Trump itu mencurigai jika pamannya itu berbuat curang.

BACA JUGA: Langgar Copyright, Unggahan Donald Trump Kembali Dihapus Twitter

Dilansir dari New York Times, Mary menulis bahwa Donald Trump membayar seseorang untuk mengikuti ujian SAT untuk masuk perguruan tinggi.

Skor tinggi yang diperoleh orang bayaran membuat membantu Donald Trump muda diterima sebagai mahasiswa program sarjana di sekolah bisnis Wharton University of Pennsylvania yang prestisius

ADVERTISEMENT

SAT atau "Scholastic Aptitude Test" merupakan ujian yang wajib diikuti lulusan sekolah menengah atas di AS. Hasil ujian SAT merupakan syarat utama serta penentu proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Sekretaris Urusan Media Gedung Putih Kayleigh McEnany pun menanggapi buku yang dijadwalkan terbit minggu depan itu. Ia menegaskan juka buku itu berisi kebohongan semata. 

Sementara The College Board, lembaga yang mengurusi ujian SAT, belum menanggapi pertanyaan terkait tudingan Mary terhadap Presiden Trump.(*)


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING