Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Serangan Misterius Situs Nuklir Iran, Israel Disebut Biang Keladi

Petugas keamanan berdiri di depan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr, sekitar 1.200 kilometer (km) selatan Teheran, Iran, Sabtu (21/8/2010). Foto: Reuters/Raheb Homavandi.
Petugas keamanan berdiri di depan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr, sekitar 1.200 kilometer (km) selatan Teheran, Iran, Sabtu (21/8/2010). Foto: Reuters/Raheb Homavandi.

GenPI.co - Program nuklir Iran telah menjadi sasaran dalam serangan sabotase selama dekade terakhir, insiden terbaru yang menyerang fasilitas Natanz bawah tanahnya.

Serangan di Natanz terjadi ketika kekuatan dunia mencoba merundingkan kembalinya Iran dan Amerika Serikat ke kesepakatan atom Teheran dan mengancam untuk membatalkan negosiasi tersebut dan semakin meningkatkan ketegangan regional di Timur Tengah.

BACA JUGA: Uni Eropa Babat Habis 8 Komandan Militer Iran, Dunia Gemetaran

Dilansir Aljazeera, Selasa (13/4/2021), Iran sebelumnya mengkonfigurasi ulang reaktor air berat Arak sehingga tidak dapat menghasilkan plutonium.

Situs pengayaan Fordo-nya juga digali jauh ke lereng gunung. Teheran juga masih mengoperasikan reaktor riset Teheran.

Iran juga sempat mencapai kesepakatan nuklir pada 2015 dengan China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.

Kesepakatan itu, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), melihat Iran secara dramatis membatasi pengayaan uraniumnya di bawah pengawasan inspektur IAEA dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Terlepas dari itu, Kepala program nuklir sipil Iran menggambarkan sabotase Natanz sebagai 'terorisme nuklir'.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING