Bir Pletok, Minuman Tradisional Yang Menyehatkan

Bir Pletok,minuman yang menghangatkan khas Betawi
Bir Pletok,minuman yang menghangatkan khas Betawi

Segar dan menyehatkan, minuman khas Betawi bir pletok ini memang sangat digemari banyak orang. Minuman ini menjadi salah satu minuman bergengsi dalam budaya Betawi. 

Jangan salah,bir yang dimaksut bukan bir yang mengandung alkohol. Karena minuman ini terbuat dari sari jahe, gula, dan akar-akaran ini merupakan ramuan yang menghangatkan tubuh. 

Ditemui dalam sebuah acara Festival Tempo Doeloe Jakarta di Museum Fatahilah, Henny anjani pengunjung yang penasaran dengan acara tersebut mengungkapkan khasiat bir pletok bagi kesehatan tubuh.

“ Minuman yang menyehatkan dan menghangatkan tubuh ini perlu di lestarikan,dan minuman ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan membersihkan detox juga” Ungkapnya.

Minuman herbal dan rempah-rempah,menjadi minuman tradisional dalam perayaan Betawi. Bir Pletok juga ditetapkan sebagai salah satu dari 30 hidangan nasional ikonik oleh Kementerian Pariwisata sejak tahun 2012.

Orang Betawi melayani bir pletok,yang melambangkan "kemewahan", untuk menandai acara yang sukses. Dan sampai sekarang pun,bir pletok menjadi minuman yang khas biasa disuguhkan saat pesta-pesta besar. 

“ Kayu secang untuk detok dan pewarna nya yang di dapat ini dari kayu secang juga alami , Cabe jawa untuk keram lambung pokok nya 15 bahan disatukan menjadi satu untuk dijadikan bir pletok” ungkap wanita asal Setu Babakan 

Bahan pembuatan Bir Pletok ini terdiri dari 15 bahan alami seperti jahe, cengkih,kapulaga,kayu manis, kayu masohi, cabe jawa, kayu secang,lada hitam, bunga lawang, daun pandan, daun jeruk, biji pala, dan gula pasir.

Rasanya yang sama sekali tidak asam atau pahit, melainkan bir pletok ini rasanya manis. Juga tidak ada rasa soda saat meminumnya. Walaupun warnanya seperti campuran bir dan anggur. Tentunya tidak memabukkan.

Minuman ini biasanya disajikan panas saat malam hari. Namun,untuk di siang hari juga cocok disajikan dingin,untuk menyegarkan di teriknya matahari. 


Reporter: Muhammad Saddam Argadikusuma

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter