Mengenal Kisah Roti Buaya Tradisi Adat Betawi

Roti buaya kini memiliki aneka rasa (foto: Istimewa)
Roti buaya kini memiliki aneka rasa (foto: Istimewa)

GenPI.co—  Dalam acara pernikahan dengan adat Betawi, akan selalu hadir roti buaya sebagai sajian yang wajib dibawa pada saat seserahan. 

Roti yang berbentuk sepasang buaya ini mempunyai makna kesetiaan, oleh sebab itu roti ini harus disimpan oleh pengantin dan dibawa ke kamar mereka. Jadi roti ini sebenarnya  tidak untuk dimakan atau dibagikan.

Menurut kepercayaan orang Betawi, buaya adalah hewan yang dianggap suci sejak zaman leluhur. 

Buaya merupakan hewan yang setia. Buaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Hal ini lah yang diyakini masyarakat Betawi, bahwa buaya melambangkan kesetiaan.

Bagi masyarakat Betawi,  biasanya akan memajang roti buaya tersebut ditengah ruangan hingga acara pernikahan usai.

Baca juga: Sengkulun, Kue Khas Betawi yang Mulai Pudar

Setelah itu roti akan ditaruh diatas lemari pakaian yang berada di dalam kamar pengantin, dan dibiarkan sampai hancur sendiri.

Oleh sebab itu roti buaya sengaja dikeraskan dan tidak diberi rasa. Tapi itu dulu.

Di masa sekarang, kebiasan itu semakin memudar. Bahkan saat ini roti buaya memiliki berbagai macam rasa dan topping, bahkan dibuat semakin lembut agar dapat dimakan oleh para tamu pernikahan.

Mengenal Kisah Roti Buaya Tradisi Adat Betawi
Roti buaya dalam adat pernikahan Betawi (foto: Traveling yuk)

Reporter: Annissa Nur Jannah

Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER