Yuk Berkunjung ke Pasar Dhoplang, Destinasi Digital di Wonogiri

Pasar Dophlang, destinasi digital di Wonogiri.
Pasar Dophlang, destinasi digital di Wonogiri.

GenPI.co - Dari waktu ke waktu semakin banyak yang mengadopsi konsep destinasi digital. Manfaat wisata dan ekonomi yang cukup besar membuat model destinasi semacam ini laris manis. Di Kabupaten Wonogiri, sebuah tempat kongkow hadir dengan gaya khas destinasi digital. Namanya Pasar Dophlang.

Pasar Dophlang berlokasi di Desa wisata Pandan, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Di sebuah kawasan yang dipenuhi pepohonan jati  rindang dan adem. 

Lilis, Ketua Desa Wisata Pandan  sekaligus Ketua Pasar Dophlang  mengatakan, Pasar ini adalah upaya bersama demi meningkatkan perekonomian warga setempat.

“Awalnya agak sulit, lalu perlahan-lahan berjalan hingga bagus. saya hanya ingin para warga bisa senang, bisa berkreasi, dan bisa menambah perekonomian para warga,” ujar Lilis saat dihubungi GenPI.co, Selasa (23/4).

Yuk Berkunjung ke Pasar Dhoplang, Destinasi Digital di WonogiriSuasana di Pasar Dophlang, Wonogori.

Sementara Bambang Setyawan, mewakili Karang Taruna lokal menuturkan, Pasar Dhoplang pertama kali dibuka 16 Desember 2018.  Sementara operasionalnya antara pukul 06.00  hingga 09.00 WIB. 

Layaknya destinasi digital, Pasar Dophlang  tampil dengan nuansa pedesaan yang khas. Lapak-lapak sederhana menjual makanan dan kudapan tradisional. Jenisnya beragam. Di antaranya besengek, tiwul, gronthol, putu mayang, pecel gendar, cabuk, sego bancakan, hingga wedang uwuh. 

Istimewanya, Pasar Dophlang ini anti plastik. Makanan yang disajikan menggunakan daun jati sebagai alasnya. Sementara wadah minum menggunakan bambu. Pengunjung bisa menikmati kuliner-kuliner tersebut di tempat-tempat yang disediakan. 

Demikian pula juga jika pengunjung ingin membawa pulang makanan yang dibeli di situ. Tak ada kantong plastik. Sebagai gantinya  lembaran daun jati lagi-lagi digunakan sebagai pembungkus makanan. 

Ciri destinasi digital juga tampak dari uang yang digunakan. Pengunjung harus menukar dulu rupiah merela dengan koin-koin khusus agar bisa bertransaksi. 

Suasana ala Jawa semakin khas lantaran para penjual serta pengelola Pasar memakai pakaian tradisional yakni baju lurik lengkap dengan blangkon di kepala. Saat melayani pembeli, para penjual menggunakan bahasa Jawa Kromo sebagai tanda penghormatan.

Tertarik mengunjungi Pasar Dophlang?  Silahkan mampir jika sedang berkunjung ke Wonogiri. Untuk lebih meyakinkan kamu akan keunikan pasar ini, cek saja instagramnya di @kulinertradisional_dhoplang.

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER