Pengamat: Insiden KRI Nanggala 402 Jadi Alarm Pemerintah

Pengamat: Insiden KRI Nanggala 402 Jadi Alarm Pemerintah - GenPI.co
Pengamat: Insiden KRI Nanggala 402 Jadi Alarm Pemerintah (foto: JPNN)

GenPI.co - Pengamat Politik Wempy Hadir memberi tanggapan terkait insiden yang menimpa kapal KRI Nanggala 402.

KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan 53 awak kapalnya gugur setelah mendapat kepastian dari remote operation vehicle (ROV) milik kapal Singapura MV Swift Rescue diturunkan dan mendapatkan hasil visual.

BACA JUGA:Bukannya Empati Malah Kasar ke KRI Nanggala-402, Jadinya Begini

Menurut Wempy, di tengah kegiatan pertemuan pimpinan ASEAN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus membagi waktunya untuk menyikapi berbagai kondisi terkini di tanah air.

"Sehingga tidak terkesan bahwa Jokowi lebih konsen mengurus pertemuan pimpinan ASEAN dari pada memberikan perhatian terhadap tenggelamnya KRI Nanggala 402," ujarnya kepada GenPI.co.

Tidak hanya itu, menurutnya, apa yang terjadi terhadap KRI Nanggala 402 merupakan alarm bagi pemerintah, Menhan dan Panglima TNI.

“Alutsista kita perlu diberikan perhatian yang serius. Misalnya bagaimana Alat utama sistem senjata (Alutsista) kita yang sudah berumur,” katanya.

BACA JUGA: Duka KRI Nanggala-402, Akademisi Pertanyakan Sistem Keamanan

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara