Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Tes Wawasan Kebangsaan Terkesan Melecehkan Kaum Perempuan

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti memberi tanggapan terkait dinonaktifkannya 75 staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (foto: Dok JPNN)
Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti memberi tanggapan terkait dinonaktifkannya 75 staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (foto: Dok JPNN)

GenPI.co - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti memberi tanggapan terkait dinonaktifkannya 75 staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Akhirnya, palu godam kehancuran itu, makin keras berdentum. Ketua KPK Firli Baguri menonaktifkan 75 staf KPK karena dianggap tidak lulus wawasan kebangsaan,” ujarnya kepada GenPI.co.

BACA JUGA: Akademisi Blak-blakan, TWK KPK untuk Enyahkan Kelompok Taliban

Menurut Ray, hal tersebut sangatlah menyedihkan dan menyesakkan.

Sebab, tepat dua hari jelang idul Fitri, dan 10 hari jelang peringatan 23 tahun reformasi, KPK menghadapi masa paling kelam dalam sejarahnya.

“UU direvisi untuk memaksa lembaga ini berada di bawah presiden, lalu staf yang memiliki reputasi hebat dinonaktifkan karena alasan sumir, tidak lolos ujian wawasan kebangsaan,” katanya.

Bukan tanpa alasan, menurut Ray keputusan ketua KPK terkesan sumir karena tidak jelasnya kriteria wawasan kebangsaan yang dimaksud.

“Jika merujuk pada poin-poin pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan, hampir sulit membuat kesimpulan bahwa seseorang tidak memiliki wawasan kebangsaan,” katanya.


Reporter : Panji

Redaktur : Cosmas Bayu

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING