Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Madura Memanas usai Lebaran, Pengamat Bongkar Analisisnya

Petugas menyemprotkan larutan disinfektan ke kendaraan bermotor yang memasuki Surabaya di pintu keluar Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4/2020). -Foto: Antara/Didik Suhartono
Petugas menyemprotkan larutan disinfektan ke kendaraan bermotor yang memasuki Surabaya di pintu keluar Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4/2020). -Foto: Antara/Didik Suhartono

GenPI.co - Suasana hati warga Madura yang memanas dianalisis pengamat. Warga Madura seperti tidak terima bila harus mendapat perlakuan tidak adil akibat covid-19.

Polemik pun akhirnya muncul. Ada kerumunan demo menuntut keadilan dari kebijakan Pemprov Surabaya.

BACA JUGA:  Covid-19 di Madura Membludak, Penyekatan Makin Diperketat

Pengamat Keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi membongkar analisis terkait polemik yang terjadi.

Menurut dia, penyekatan yang terjadi saat lebaran kemarin menjadi salah satu pemicu masyarakat tidak percaya aparat hukum.

"Katanya dicegat, tapi banyak yang lolos. Ketika masuk, aparat setempat tidak ada penindakan serius," ucap Khairul Fahmi kepada GenPI.co, Selasa (22/6).

BACA JUGA:  Madura Bergejolak, Pengamat Sebut Picu Protes Daerah Lain

Khairul menjelaskan dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat bisa menilai bahwa tidak ada keseriusan dari aparat hukum.

Sebab, masyarakat bisa tetap bepergian tanpa ada rasa kesadaran tinggi terhadap covid-19.

"Aparat hukum terkesan abai, padahal penindakan sudah diberikan presiden. Namun, hasil di lapangan jauh dari itu," jelasnya.


Reporter : Puji Langgeng

Redaktur : Agus Purwanto

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING