Kekerasan TNI AU di Papua, Yan Mandenas: Bentuk Kebrutalan Aparat

Kekerasan TNI AU di Papua, Yan Mandenas: Bentuk Kebrutalan Aparat - GenPI.co
Anggota Komisi I Yan Mandenas. Foto : Instagram/yan.mandenas82

GenPI.co - Anggota Komisi I DPR RI Yan Mandenas buka suara soal insiden tindakan oknum TNI AU yang terlibat kekerasan dengan warga setempat di Papua.

Menurutnya apa yang dilakukan oknum TNI AU itu melanggar prinsip moral dan konstitusi.

"Padahal, jelas secara prinsip moral dan konstitusi, tidak boleh ada seorang pun yang boleh diperlakukan secara tidak adil, direndahkan martabatnya, apalagi disiksa dan diperlakukan secara keji seperti itu, tanpa proses hukum,” katanya kepada GenPI.co, Kamis (29/7).

Yan menjelaskan, aparat sudah memiliki SOP tentang bagaimana harus bersikap dan bertindak ketika menghadapi tindakan pelanggaran oleh masyarakat.

“Tentu bukan dengan tindakan yang brutal seperti dua personel POM AU tersebut lakukan,” imbuhnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut mengatakan bahwa insiden kekerasan yang dilakukan oknum POM AU itu seolah memperlihatkan bahwa aparat negara hanya mempertegas sikap antagonisnya terhadap orang asli Papua.

“Ini adalah bentuk kebrutalan aparat di lapangan yang harus segera dihentikan dan tidak boleh terulang,” kata Yan.

Di sisi lain, Yan Mandenas juga mengapresiasi pihak TNI AU yang segera merespons dengan penyesalan dan permintaan maaf atas insiden ini.

Selain itu, TNI AU juga telah melakukan pencopotan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Johanes Abraham Dimara di Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud setempat.

Namun, pencopotan saja dinilai belum cukup dan belum menyelesaikan permasalahan secara signifikan.

"Perlu ada pembenahan secara internal dan menyeluruh," imbuhnya.

Yan mendorong adanya pembenahan dari internal TNI mengenai cara pandang terhadap tindakan rasisme, serta mengembangkan pola pikir terbuka atas setiap individu.

"Selanjutnya, proses hukum harus tetap berjalan. Keadilan perlu ditegakkan dengan menindak tegas para pelaku. Ini untuk keadilan kemanusiaan dan sebagai upaya mencegah hal serupa terjadi," ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong untuk fasilitas perlindungan dan pemulihan korban atas dampak insiden tersebut, termasuk dampak psikologis. (*)

Simak video menarik berikut:

Berita Selanjutnya
Nusantara