Soal Polisi Banting Pendemo, Sekjen KISP Bersuara Lantang

Soal Polisi Banting Pendemo, Sekjen KISP Bersuara Lantang - GenPI.co
Polisi banting mahasiswa saat melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu (13/10). Foto: Instagram/@jktnewss

GenPI.co - Sekretaris Jenderal Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) Azka Abdi Amrurobbi menyoroti aksi polisi banting pendemo di Tangerang.

Menurutnya, respons kurang baik dari oknum aparat itu menjadi pendukung terciptanya spiral of silence yang merupakan sebuah konsep Elisabeth Noelle-Neumann.

"Jangan sampai masyarakat Indonesia takut untuk mengutarakan pendapatnya di negara yang demokratis ini," ujar Azka kepada GenPI.co, Kamis (14/10/2021).

BACA JUGA:  Polisi Banting Mahasiswa, Hinca Pandjaitan Minta Introspeksi

Aksi kekerasan oknum aparat tersebut bisa membuat masyarakat mengisolasi diri atau bahkan ketakutan untuk memberikan opini karena merasa terisolasi, sehingga hak mengutarakan pendapat seseorang menjadi hilang atau tertutup.

Hal itu diakibatkan oleh tekanan dari pihak eksternal, baik itu dari masyarakat atau kejadian-kejadian lain yang bersinggungan dengan orang tersebut.

BACA JUGA:  Klarifikasi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Tutupi Aksi Kekerasan

"Kejadian-kejadian yang terjadi semacam kasus tadi itu mencederai demokrasi Indonesia dan menciptakan kemunduran demokrasi (backsliding democracy)," katanya.

Azka lantas menyoroti kejadian polisi banting pendemo yang tak jauh dari munculnya hashtag Percuma Lapor Polisi.

BACA JUGA:  Heboh Polisi Banting Mahasiswa, Kapolri Didesak Lakukan Evaluasi

"Polisi harus menjadi pelayan dan pelindung bagi rakyat dengan cara yang humanis. Karena hal itu adalah ciri dari polisi sebuah negara demokratis," terang dia.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya