Nih Pengumuman Penting dari Istana, Semoga Relawan Tidak Kecewa

Presiden Jokowi bersama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, di Istana Merdeka, Kamis (26/9). (Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN)
Presiden Jokowi bersama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, di Istana Merdeka, Kamis (26/9). (Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN)

GenPI.co - Pihak Istana resmi membatalkan rencana perayaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara berlebihan pada 20 Oktober mendatang. Alhasil, syukuran inaugurasi yang dipersiapkan elemen relawan resmi dibatalkan.

Sebelumnya, relawan telah mempersiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan acara pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi- Ma'ruf). Di antaranya karnaval dan pawai budaya nusantara.

Kepastian pembatalan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, bersama Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dan Ketua Panitia Inaugurasi Andi Gani Nena Wea, di Kantor KSP, Rabu (16/10).

BACA JUGA: Jokowi dan Prabowo Makin Mesra, Media Australia Nyinyir Begini...

Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya dari relawan dan segenap komponen masyarakat yang menginginkan adanya sebuah acara syukuran dengan jumlah massa yang besar tersebut. Hanya saja suami Iriana itu menyampaikan pelantikannya diadakan secara sederhana dan khidmat di gedung MPR.

"Tetapi juga sebuah pesan kuat yang disampaikan presiden, beliau menginginkan acara nanti yang direquest teman-teman itu, untuk tidak dilaksanakan secara berlebihan. Jadi untuk itulah tidak perlu dilakukan acara seperti yang saya sebutkan tadi. Karnaval dan seterusnya," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu juga menyebutkan bahwa Jokowi ingin momentum pelantikannya berjalan sederhana, karena ingin segera bisa bekerja. 


"Beliau ingin segera bekerja. Itu poinnya, sehingga tak perlu ada euforia. Ini perlu kami sampaikan agar teman-teman yang sudah siapkan tidak kecewa," jelasnya.


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS