Survei Membuktikan, Rakyat Tak Setuju Prabowo Gabung ke Jokowi

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (dok)
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (dok)

GenPI.co - Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah memberikan sinyalmen bergabung dengan koalisi pemerintah. Artinya, Prabowo siap mendukung Presiden Jokowi. Namun, dari hasil survei Parameter Politik Indonesia justru berbalik mayoritas publik tidak setuju jika Prabowo Subianto merapat ke Jokowi.

"Publik yang menyatakan tidak setuju Prabowo merapat ke Jokowi mencapai 40,5 persen, setuju 32,5 persen, tak menjawab 27,0 persen,"kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam rilis survei "Evaluasi Kinerja Jokowi dan Harapan Publik di Periode Kedua", di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/10).

BACA JUGA: Pak Prabowo Jadi Menteri Pertahanan? KSP: Alhamdulillah…

Menurut Adi, survei nasional dilakukan pada 5 sampai dengan 12 Oktober 2019 itu, publik cukup antusias menyambut pelantikan Jokowi, yang mencapai angka 74,6 persen. Namun, kata Adi, antusiasme publik menyambut pelantikan Jokowi ternyata tak berbanding lurus dengan isu Prabowo yang agresif ingin merapat ke dalam koalisi Jokowi.

Ia menyebutkan, banyak juga yang tak rela Jokowi merangkul Prabowo. Alasan tidak setuju keduanya berkoalisi, karena masih ada yang menganggap pemilu curang, Prabowo harus konsisten sebagai simbol oposisi.


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS