Optimisme Sambut Periode Kedua Jokowi, Begini Kata Politisiā€¦

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan tingkat kepuasan masyarakat dan citra diri baik Jokowi yang tetap tinggi di ujung masa pemerintahan pertama adalah wujud optimisme masyarakat menyongsong periode kedua Pemerintahan Jokow
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan tingkat kepuasan masyarakat dan citra diri baik Jokowi yang tetap tinggi di ujung masa pemerintahan pertama adalah wujud optimisme masyarakat menyongsong periode kedua Pemerintahan Jokow

GenPI.co - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Charles Honoris mengatakan, tingkat kepuasan masyarakat dan citra diri baik Joko Widodo (Jokowi) yang tetap tinggi di ujung masa pemerintahan pertama adalah wujud optimisme masyarakat dalam menyongsong periode kedua.

"Optimisme ini menjadi modal penting Jokowi-Ma'ruf Amin dan jajaran pemerintahan yang terbentuk nantinya untuk terus bekerja, kerja, kerja menggenapi janji-janji kampanyenya," ujar Charles, di Jakarta, Kamis (17/10).

Charles mengacu pada hasil survei Litbang Kompas tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi per Oktober 2019, yakni 58,8 persen. Sebelumnya, pada Maret 2019, tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 59,6 persen.

"Ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia tetap mengapresiasi positif kerja-kerja pemerintah, terlepas dari segala dinamika yang terjadi belakangan ini," kata Charles.

BACA JUGA: Fadli Zon Jadi Menteri, PPP: Saya Juga Bingung?

Dalam publikasi survei yang dilakukan Litbang Kompas juga ditunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi atas kinerja pemerintah berbanding lurus dengan citra diri Presiden Jokowi. Sebanyak 73,3 persen publik menilai citra diri Jokowi baik.

"Citra baik Jokowi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan oleh pemerintah di sejumlah bidang dalam lima tahun terakhir tidak lain adalah berkat kepemimpinan yang baik dari Sang Presiden," ujar Charles.


Charles menyadari tantangan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan tidaklah mudah, baik internal maupun eksternal. Mulai tantangan konsolidasi nasional sampai resesi global.


Reporter : Asahi Asry Larasati

Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS