Bali Buka Pesta Kuliner dan Belanja 150 Mall

Pembukaan Wonderful Indonesia Culinary dan Shopping Festival (WICSF) 2018, Kamis (27/9) di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali.
Pembukaan Wonderful Indonesia Culinary dan Shopping Festival (WICSF) 2018, Kamis (27/9) di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali.

Wonderful Indonesia Culinary dan Shopping Festival (WICSF) 2018 resmi dimulai, Kamis (27/9). Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali, dipilih menjadi venue opening. Festival yang melibatkan 150 mall ini  hingga 27 Oktober mendatang. 

Dalam pembukaan, hadir Staf Ahli Bidang Multikultural Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti, dan Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh.

Dalam sambutannya, Esthy mengapresiasi peningkatan jumlah peserta dan provinsi yang terlibat. Diketahui, untuk tahun ada 150 mall di 20 provinsi yang ambil bagian.

“Luar biasa peningkatannnya. Malahan dari ada laporan sebetulnya jumlah peserta yang terlibat itu lebih dari 150 mall. Itu menandakan besarnya minat masyarakat untuk bisa ambil bagian dalam festival ini,” ungkap Esthy.

Hanya saja, Esthy berharap  yang masuk 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata ini tetap mengedepankan lokal konten.

“Ajang ini harus bisa mengangkat lokal konten. Tidak hanya dari segi kuliner, akan tetapi juga kria dan juga fashion,” sambung Esthy yang juga Penanggung Jawab CoE Kemenpar itu.

Pemaparan terkait WICSF tahun ini juga disampaikan Vita. Ia  lebih merinci nilai transaksi yang bisa didapatkan pada festival WICSF tahun ini. Karena dari satu bulan penyelenggaraan, sebuah mall bisa meraup Rp 1,3 triliun.

“Jadi, sebetulnya Rp 1,3 triliun itu didapat dari mall-mall besar. Tapi kalau kita pukul rata itu sekitar Rp. 500 Miliar dikalikan per mall. Jadi kita hitung tadi sekitar Rp 75 Triliun target yang haruz dicapai. Dalam kedaan terbaik maupun terburuk, target itu harus tercapai,” papar Vita.

Sebagai pemanasan, pada acara pembukaan, para tamu disuguhkan dengan beberapa makanan dan juga penampilan musik dan tari khas Bali. Setidaknya, ada tujuh makanan khas Bali yang disajikan oleh pihak penyelenggara. Dan semuanya bisa dinikmati oleh oleh para tamu undangan dan juga pengunjung.

“Konsepnya memang mengangkat konten Bali. Untuk kulinernya kami mengangkat Bali Timur. Seperti makanan khas Karang Asem ada juga dari Gianyar. Tenun juga dari tenung Karang Asem. Kami mengangkat UMKM-UMKM yang tak hanya baik di lokal, tapi juga internasional,” tutur Luh Made Winda selaku Marketing Manager Beachwalk Shopping Center, selaku panitia lokal Festival WICSF 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap peningkatan dapat terus terjadi di event ini. Baik jumlah venue yang dilibatkan maupun transaksi yang didapat.

“Setiap tahun, mall yang ikut terus bertambah. Di Tahun 2016 ada 85 mall, naik jadi 104 mall di 2017 dan 150 mall di 2018. Transaksinya juga meningkat. Selama satu bulan bisa melakukan transaksi Rp1,3 triliun per mall. Dan diharapakan transaksinya tahun ini naik menjadi 80 persen. Acuannya, transaksi pada 2016 hingga 2017 naik 40 dan 60 persen,” ujar Menteri Arief Yahya.

Dijelaskan Menpar, jika tahun ini transaksinya naik 80 pesen, maka akan mencapai angka Rp 250 triliun.

“Kalo transaksi itu bisa sesuasi target, berarti sama seperti diskon hari jomblo dunia yang dibuat oleh Alibaba pada Tanggal 11 bulan 11,” kata Menteri yang membawa Kemenpar No 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se Asia Pacific di Bangkok, Thailand itu.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter