Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Turis Asing Datang ke Bali, Ini Saran Ahli Virologi

Ilustrasi - Pedagang pantai menawarkan dagangannya kepada wisatawan mancanegara (wisman) di kawasan Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali, Senin (3/5/2021). (FOTO: ANTARA/Fikri Yusuf)
Ilustrasi - Pedagang pantai menawarkan dagangannya kepada wisatawan mancanegara (wisman) di kawasan Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali, Senin (3/5/2021). (FOTO: ANTARA/Fikri Yusuf)

GenPI.co - Ahli virologi dari Universitas Udayana Prof Dr I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali perlu memberlakukan aturan ketat bagi turis asing dalam upaya pengedalian Covid-19.

Mahardika mengatakan wisatawan yang datang ke Bali harus sudah menjalani vaksinasi lengkap atau dua kali.

BACA JUGA:  Siaga 1 Covid-19, Wisata di Kota Bandung Ditutup 2 Pekan

“Wisatawan asing ketika masuk ke Bali juga harus difilter dengan uji swab PCR,” katanya di Denpasar, Sabtu (19/6).

Menurut Mahardika, jika hanya memakai rapid antibody, antigen maupun GeNose akan sangat berisiko. Sebab tingkat sensivitasnya hanya sekitar 75 sampai 80 persen saja.

“Ini tidak bisa ditawar-tawar,” ucapnya, dalam diskusi yang digelar Forum Peduli Bali itu.

BACA JUGA:  Sensasi Wisata Alam Murah Meriah di Bukit Jamur, Pas Buat Liburan

Menurut Mahardika, untuk membuka pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara juga idealnya cakupan vaksinasi Covid-19 harus sudah mencapai 70 persen dari populasi penduduk.

Cakupan vaksin 70 oersen tersebut menyasar kelompok berisiko yang berusia 18 tahun ke atas.

“Tidak hanya lansia, tapi yang yang masuk kelompok sosial aktif seperti mahasiswa dan anak-anak SMA. Ketika sudah 70 persen, kasus baru Covid-19 akan melandai," kata dia.


Redaktur : Ridho Hidayat

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING