Melihat Rumah Bersejarah Tjong A Fie di Medan

Pengunjung memperhatikan foto Tjong A Afie yang terpajang di dinding ruang tamu. Foto: Heru/GenPI.co
Pengunjung memperhatikan foto Tjong A Afie yang terpajang di dinding ruang tamu. Foto: Heru/GenPI.co

GenPI.co – Kota Medan banyak menyajikan peninggalan sejarah berupa bangunan tua yang hingga kini masih terjaga keberadaanya. Salah satunya adalah destinasi bersejarah Tjong A Fie Mansion, lokasinya di Jalan Ahmad Yani, Medan.

Saudagar terkenal  Tjong A Fie adalah perantau dari Provinsi Guangdong perjalanan hidupnya berakhir di Medan pada tahun 1921. Ia mendirikan rumah berlantai dua itu pada tahun 1895 rampung pada tahun 1900. Bangunannya menampilkan nuansa arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Tahun 2009, rumah ini secara resmi dijadikan museum.

Pintu gerbang rumah itu berwarna hijau pekat, terbuat dari kayu berumur ratusan tahun, langsung berhadapan dengan bangunan rumah yang dihiasi 10 jendela model melayu dipadu eropa. 4 jendela di lantai dasar dan 6 jendela lagi di lantai dua. Pintu ini dibuka untuk kunjungan wisatawan antara pukul 09.00-17.00. 

Sebelum memasuki bagian dalam rumah, mata pengunjung akan disejuki pemandangan taman yang asri, kemudian disambut pemandu wisata yang menawarkan karcis tiket masuk seharga Rp 35 ribu per orang dewasa dan Rp 20 ribu per orang anak-anak dan pelajar.

BACA JUGA: Festival Sumbun 2019, Jadi Daya Tarik Wisatawan Datang ke Jambi

Memasuki ruang tamu, pengunjung akan disajikan dinding-dinding yang dipenuhi foto-foto Tjong A Fie bersama keluarganya dan kolega di masa lalu. Di lantai satu rumah ini memiliki 3 ruang tamu, pertama untuk menerima tamu Kesultanan Deli, kedua ruang tamu umum yang digunakan untuk menerima tamu orang Eropa (Belanda) dan Indonesia, ketiga ruang tamu keluarga. 

Melihat Rumah Bersejarah Tjong A Fie di MedanRuang Tidur Tjong A Fie. Foto: Heru


Kemudian, setelah menelusuri ruang tamu di lantai satu, pengunjung bakal melihat ruang taman terbuka, posisinya tepat berada di tengah rumah. Di lokasi ini bila pengunjung menatap ke bagian atas akan disajikan pemandandang langit dibingkai 18 jendela berarsitektur Melayu.


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS