Uniknya Hari Raya Qurban di Palembang, Memberi Telor Dapat Daging

Telor dibalas daging, hanya ada di tradisi tukar makanan di Palembang. Ini lho keuntungannya (Foto : Istimewa)
Telor dibalas daging, hanya ada di tradisi tukar makanan di Palembang. Ini lho keuntungannya (Foto : Istimewa)

Manfaat kedua adalah yang paling besar dampaknya, terutama terasa bagi warga yang kurang mampu. Keluarga yang hanya mampu membeli telur untuk merayakan Idul Adha seringkali malu, terutama karena anak-anak mereka tidak seberuntung tetangga mereka yang bisa menikmati daging, baik karena mampu maupun karena mendapatkan daging qurban. Disinilah kerap terjadi warga yang mampu mengirim rantang berisi daging kepada tetangganya yang kurang beruntung sehingga anak-anak mereka bisa ikut bahagia merayakan Idul Adha.

Sayangnya, kebiasaan ini mulai memudar di kota Palembang. Kabar baiknya, hal itu diangkat kembali oleh seorang ustad muda yang populer di Palembang, Taufiq Hasnuri. Taufiq Hasnuri menyinggung kembali adat kebiasaan tersebut secara jenaka, melalui sebuah cerita singkat tentang seorang yang hanya mampu membeli telur namun ingin makan daging.

Orang ini lalu memasak Por Lok Pat, kependekan dari 'opor telok empat'. Bahannya sama dengam opo niasa namun isinya bukanlah potongan ayam, tapi potongan telor rebus. Opor telor ini dimasukkan dalam rantang lalu dikirimkan kepada beberapa tetangganya, hasilnya, pada saat kembali, rantangnya ada yang berisi rendang, ada pula yang berisi malbi. Dengan begitu tercapailah keinginannya makan daging dengan hanya bermodal telor.

Video heboh hari ini:



RELATED NEWS