Ada Onde-onde Herbal di FKLT

Ilustrasi Onde-onde. (Foto: Google Image)
Ilustrasi Onde-onde. (Foto: Google Image)

Pesona  kuliner khas Malang juga ditampilkan dalam Festival Lawang Kota Tua (FKLT) 2018. Salah satunya, Onde-Onde Herbal. Kuliner ini unik dan nikmat dan merupakan karya terbaik PKK Kecamatan Lawang. Onde-Onde Herbal adalah ikon baru Kabupaten Malang. Kuliner ini adalah juara Lomba Onde-Onde di Festival Budaya 2017.

Sesuai namanya, Onde-Onde Herbal ini terbuat dari komponen ‘empon-empon’ atau bahan pembuat jamu.

“Onde-Onde ini unik dan menjadi ikon Kabupaten Malang. Semua bahan pembuatnya kapi pilih yang terbaik. Untuk isiannya, kacang hijaunya kami pilih  yang organik. Kami beli dari petani organik yang ada di wilayah Lawang ini,” ujar Owner Kelompok Mbok Dhe Nurwaningsih Tolua.

Berdasarkan cita rasanya, Onde-Onde Herbal ini terbagi dalam 4 produk. Ada Onde-Onde Jahe Merah yang menghangatkan. Rasa ini cocok dengan udara sejuk wilayah Kabupaten Malang. Berikutnya, Onde-Onde Green Tea bagi yang suka diet. Lalu, ada juga Onde-Onde Jinten Hitam. Jinten Hitam punya khasiat sebagai penurun asam urat, kolesterol, hingga antioksidan bagi tubuh.

“Varian lainnya, Onde-Onde Kopi. Onde-Onde Kopi biasanya disukai oleh kalangan Bapak-Bapak yang suka ‘ngopi’. Semua Onde-Onde Herbal ini tidak memakai pengawet. Jadi, daya tahannya hanya 24 jam. Kami saat ini hanya pasarkan secara online di wilayah Malang saja,” ujar Nurwaningsih lagi.

loading...

Bila berminat, silahkan saja kunjungi Facebook nurwaningsih91@yahoo.com dan ikadewi82@gmail.com. Atau, datang langsung di gelari Mbok Dhe, Jalan Kalianyar, Sidodadi, Lawang, teleponnya 082232772294. Selain Onde-Onde Herbal, FLKT juga memiliki ‘Produk Pangan Sehat’. Bentuknya beras organik dengan varian hitam, merah, dan putih. Ada juga sereal organik dengan jenis merah dan hitam.

“Kami berikan jaminan kualitas kuliner terbaik. Beras organik putih ini ada jenis tuton, wangi, dan IR64. Untuk produk organik ini dihasilkan oleh Lawang. Di sini, ada 20 hektar lahan organik dan 25 hektar semi organik. Sekali panen beras organik sekitar 6 ton per hektar, kalau semi organik ini 7 ton sehektar. Semua treatment dilakukan alami,” tutur Ketua Poktan Desa Sumber Kepok Kemin Hardiyanto.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING