Baron, Mantan Satpam yang Raih Kesuksesan dari Telor Gulung

Baron, ialah pemilik dari Telur Gulung Inez, yang biasa kamu temui di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang. 

Mengakhiri karirnya dari seorang satpam di salah satu perusahaan ternama adalah keputusan yang harus ia ambil saat dirinya ingin mencoba belajar menjadi seorang pengusaha untuk usaha yang ia rintis dengan kemampuannya.

Berbekal ilmu memasaknya dalam mengolah makanan, ia mampu membuat jajanan jadoel yang hingga kini masih tetap bertahan dan menjadi cemilan yang lezat dan mengenyankan, apalagi kalau bukan "Telur gulung". Jajanan satu ini selain mudah untuk dibuatnya, ternyata disukai banyak orang. Dan inilah yang membuat ia kian semangat dan bertekad menjual jajanan yang kini tengah hits ini.

Bang Baron panggilan akrab pria 38 tahun ini, mengaku bahwa usahanya yang sudah berjalan satu tahun lamanya, mampu menghabiskan dua peti atau 30 kilogram telur pada hari biasa dan 75 kilogram di akhir pekan. Menarik bukan.

"Enak, matengnya pas, tidak kering, masih lembut. Aku pribadi ngerasain gurih mentega di telurnya dan sausnya sendiri itu dari saos bermerk dan di larutkan lagi pake air jd biar tidak  terlalu kental." Ujar Febri Yani pembeli Telur Gulung Inez yang sudah sering membelinya.

Hampir setiap hari usaha Telur Gulung Inez ini beroperasi sepanjang waktu. Dalam seharinya ia dapat menghasilkan omzet hingga 3-5 juta per hari, sehingga dalam sebulan mampu mendapatkan omset hingga 100 juta yang menghabiskan 1 ton. Dari berjualan sebuah telur gulung yang di bandrol harga 2 ribu per tusuknya.

"Tidak mengunakan bumbu rahasia apapun hanya telur yang dikocok lalu digoreng, intinya jangan pernah segan menyajikan makanan yang baik dari segi kualitas" Tutup Bang Baron pemilik Telur Gulung Inez (20/11).


Saat ditemui tim GenPI.co beberapa waktu lalu,ia pun mengaku pernah mengalami jatuh bangun dalam usahanya, salah satunya banyaknya pedagang telur gulung yang ada di sekitarnya dan memilih yang lebih murah di bawahnya. Namun ia tak pernah menganggapnya sebuah persaingan dan beban dalam usahanya,melainkan berfikir bahwa rejeki sudah diatur yang Maha Kuasa.


Reporter : Asahi Asry Larasati

Redaktur : Landy Primasiwi

RELATED NEWS