Ngopi Di Murni Saat Menjelajah Kota Tua Gorontalo

Kopi di kawasan Murni menjadi menu akhir perjalanan menikmati Kota Tua Gorontalo.
Kopi di kawasan Murni menjadi menu akhir perjalanan menikmati Kota Tua Gorontalo.

Sebaran bangunan peninggalan kolonial Hindia Belanda di Kota Gorontalo adalah yang paling lengkap di Pulau Sulawesi.

Menikmati peninggalan ini adalah wisata yang mengasyikkan, jalan kaki menyusuri lorong dan jalan utama, memotret dan mencari informasi tentang bangunan ini adalah kegiatan yang menyehatkan. Kaki kuat otak bertambah pengetahuan.

Rute jelajah dapat diawali dari Lapangan Taruna Remaja, depan rumah dinas Gubernur Gorontalo yang dulunya adalah rumah asisten residen Belanda.

"Rumah sekeling lapangan ini dulunya adalah kediaman pejabat pemerintah kolonial," kata Indracipta Dunggio, warga Kota Gorontalo, Jumat (18/1/2019).

Rumah dengan arsitektur gaya indis menjadi ciri khas kawasan ini. Teras luas, jendela besar, dibuat sebagai adaptasi dengan kondisi iklim tropis yang hangat.

Di sisi barat terdapat Hotel Velgberg, hotel pertama di Gorontalo yang dibangun dari kayu hitam berbentuk rumah panggung.

Tidak jauh dari hotel ini terdapat kawasan pecinan dengan rumah beton yang sangat kokoh, tiang teras terbuat dari kayu hitam.


Juga kelenteng tua dan vihara yang berdampingan berdiri di sisi timur Sungai Bolango.


RELATED NEWS