Warna Warni Fenomenal Menara Pakaya Tarik Wisatawan

Menara Pakaya yang penuh warna bersebelahan dengan Masjid Baiturrahman di Kota Limboto.
Menara Pakaya yang penuh warna bersebelahan dengan Masjid Baiturrahman di Kota Limboto.

Tidak ada tempat sefenomenal Menara Pakaya Limboto pada malam pergantian tahun hingga sekarang di Provinsi Gorontalo.

Menara baja setinggi 60 m ini telah menjadi magnet baru pariwisata di Gorontalo. Berdiri megah di atas perempatan jalan utama di Kota Limboto,  menara ini begitu menjulang sehingga menjadi bangunan paling tinggi di Kabupaten Gorontalo.

Menara Pakaya sejak pergantian tahun telah dilakukan modifikasi cahaya, sehingga selalu berubah warna dalam hitungan detik.

“Masih belum sepenuhnya selesai, ini baru 30 persen selesai,” kata Haris Tome, mantan Kepala dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo. Ia sejak awal terlibat langsung dalam mendandani menara kebanggaan warga Gorontalo ini, Selasa (29/1/2019).

Menara Pakaya mendapat dukungan dari Panasonic Gobel melalui Rachmat Gobel, seorang putra Gorontalo yang menjadi pengusaha sukses  dan mantan Menteri Perdagangan.

loading...

Karena masih bersifat sementara, cahaya menara ini masih belum maksimal dinyalakan. Pemerintah Kabupaten Gorontalo membuat jadwal hanya 2 malam dalam sepekan, yaitu pada Kami malam pukul 19.00-23.00 Wita dan Sabtu malam pukul 19.00-00.00 Wita.

Pada dua malam itu kerumuman wisatawan akan memenuhi taman menara, halaman masjid Baiturrahman hingga di 4 jalan utama.

“Warna warninya sangat memesona, kami senang mengabadikan sambil berswafoto,” kata Vickrain Dangkua, Uti (sebutan seperti jejaka) Gorontalo.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING