Kampung Kumuh ini Sedang Disulap Jadi Destinasi Bahari Unik

Pemandangan keseharan di kampung nelayang Tambak Lorok. (Foto: mediatataruang.com)
Pemandangan keseharan di kampung nelayang Tambak Lorok. (Foto: mediatataruang.com)

Dalam debat capres putaran kedua, Minggu (17/2) lalu, kandidat 01 Joko Widodo sempat bercerita tengah malam mengunjungi sebuah kampung pesisir di Semarang. Lantaran  hanya datang  berdua dengan seorang supir sang Petahana ini sempat dikira petugas kontraktor. Tempat itu adalah Tambak Lorok, sebuah kampung nelayan yang tengah bersolek menjadi sebuah destinasi wisata yang cantik.

Tambak Lorok akan menambah jejeran destinasi wisatan menarik di Semarang. Pasalnya, konsep yang disuguhkan sangat unik. Di tempat itu, turis bisa menyaksikan kehidupan sehari-hari nelayan sambil bersantai di pinggir pantai.

Dalam rencana pembangunannya oleh pemerintah kota setempat, destinasi wisata Kampung Bahari Tambak Lorok ini akan dilengkapi dengan dermaga kapal nelayan, taman, pasar ikan, ruang terbuka hijau, dan ruang bersantai bagi warga dan turis. Sementara rencana pengembangan lanjutan akan dibangun pula pemukiman apung dan rusunawa khusus nelayan. Semua pembangunan ini bertujuan menata kampung nelayan yang kumuh menjadi kampung yang modern.

Kampung Kumuh ini Sedang Disulap Jadi Destinasi Bahari UnikParade dalam tradisi sedekah laut di Tambak Lorok. (Foto: duta.com)

Kampung nelayan Tambak Lorok berada di tepi laut jawa yang setiap tahun pasti digenangi oleh banjir rob. Itu karena tanah di kampung ini mengalami penurunan sebanyak 13 cm per tahun dan harus terus diuruk agar tidak tenggelam. Dalam 5 tahun terakhir, dana sebesar 240 miliar telah habis untuk melakukan pengurukan. Kini kampung nelayan di tepi Laut Jawa ini sedang diubah menjadi kampung modern berteknologi rumah terapung.

loading...

Tambak Lorok berada di Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara dan merupakan salah satu kampung yang terletak di daerah pantai di sekitar kali Banjir Kanal Timur dan Kali Banger dengan luas wilayah 46,8 hektar. Kampung nelayan ini memiliki tradisi unik berupa larungan kepala sapi yang dilakukan setiap tahun dilakukan di Tambak Lorok. Ritual ini sebagai perwujudan rasa syukur atas rejeki yang telah diberikan, rasa syukur itu ditunjukkan dengan memberi kembali kepada laut melalui sedekah laut.


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING