Terdampak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Ubud Anjlok 80%

Gusti Ngurah Ketut Oka di depan lapaknya, Foto : Mia Kamila/GenPI.co
Gusti Ngurah Ketut Oka di depan lapaknya, Foto : Mia Kamila/GenPI.co

GenPI.co - Pandemi covid-19 turut memukul pendapatan para pedagang di Pasar Ubud Bali. Sejumlah pedagang mengeluhkan kiosnya masih sepi pengunjung kendati pariwisata sudah mulai berangsur pulih.

Salah satu pedagang souvenir di Pasar Ubud Gusti Ngurah Ketut Oka mengaku, para pengunjung yang datang ke kios miliknya masih cenderung landai. Sehingga pendapatannynya anjlok dratis hingga 80%. 

BACA JUGABali Mulai Bangkit, Kemenparekraf Jamin Keamanan Wisatawan

“ Dulu sebelum pandemi Rp 3 juta dapat sehari, sekarang Rp300 ribu aja sudah sukur,” keluhnya kepada GenPI.co saat ditemui di lapaknya, Jumat,(20/11).

Ketut mengatakan, selama awal pandemi covid-19 Pasar Ubud berhenti beroperasi dan tidak ada aktivitas pariwisata. Namun, mulai bulan Agustus Pasar sudah mulai normal dengan batasan waktu yang ditentukan. 

loading...

Tidak hanya itu, protokol kesehatan juga diterapkan dengan baik. Para pedagang diwajibkan untuk menerapkan 3M (Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak).

“Kalau dulu, depan situ ramai sampai macet. Sekarang bisa dilihat, sepi,” imbuh Gusti.

Ia juga menambahkan jam operasional pasar sudah sampai pukul 17.00.  Meskipun dibatasi, Gusti mengaku bersyukur ia bisa menjual kembali barang dagangannya. 


Reporter : Mia Kamila

Redaktur : Hafid Arsyid

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING