Transisi Energi Harus Pakai Teknologi dan Biaya Terjangkau

17 Februari 2022 16:10

GenPI.co - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa akses teknologi dan pembiayaan yang terjangkau sangat penting dalam melakukan transisi energi.

Menurut Airlangga, transisi energi sudah ditetapkan sebagai prioritas dalam presidensi Indonesia dalam G20.

“Pentingnya isu tersebut membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan transisi energi sebagai prioritas dalam G20,” ujarnya dalam webinar “Transisi Energi: Menuju Pembangunan Berkelanjutan”, Kamis (17/2).

BACA JUGA:  Puan Maharani Minta Dilayani, Akademisi UIN Jakarta Bongkar Ini

Selain itu, Indonesia juga telah berkomitmen dalam mengurangi emisi karbon di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Cara yang dilakukan adalah penangkapan emisi karbon (carbon capture, utilization, and storage/CCUS) serta optimalisasi gas bumi untuk transportasi dan rumah tangga.

BACA JUGA:  Akademisi: Presidential Threshold 0 Persen Rawan Politik Uang

“Pengembangan teknologi CCUS itu sudah dijalankan prototipenya di Australia dan Indonesia tengah merencanakan prototipenya dengan bekerja sama dengan Exxon,” ungkapnya.

Airlangga mengatakan bahwa prototipe CCUS masih memiliki biaya yang tinggi, yaitu USD 100 per ton karbon.

BACA JUGA:  Akademisi Beber Alasan Indonesia Tak Punya Capres Independen

Namun, Airlangga yakin teknologi baru akan menekan biaya menjadi USD 25 per ton karbon.

Teknologi terbaru yang dianggap bisa mengurangi biaya CCUS adalah mencampur pembakaran dengan hidrogen atau amonia.

“Teknologi inilah yang nantinya akan dibuat di Indonesia agar target pembangunan bisa tercapai dalam waktu yang lebih singkat dan terjangkau,” tuturnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co