Larangan Ekspor Sawit, RI Akan Kelebihan Pasokan 32 Juta Ton

29 April 2022 10:54

GenPI.co - Pemerintah memutuskan untuk melarang ekspor sawit dan minyak goreng ke luar negeri, khususnya China dan India.

Keputusan itu diperkirakan berdampak besar terhadap pasokan sawit di dalam negeri. Pasokan sawit akan berlebih mencapai 32 juta ton.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman Muhammad Ikbal menuturkan produksi sawit Indonsia mencapai 50 juta ton.

BACA JUGA:  Airlangga: Perusahaan yang Melanggar Ekspor Ditindak tegas

Penerapan domestic market obligation (DMO) hanya 18 juta ton yang terbagi di beberapa industri, termasuk biosolar dan minyak goreng.

"Selebihnya, Indonesia akan kelebihan produksi sekitar 32 juta ton. Ini yang menjadi masalah karena sawit sifatnya harus dipanen dan harus diproduksi," katanya, Kamis (28/4).

BACA JUGA:  Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, PKS: Tak Selesaikan Masalah

Dia menerangkan hal itu berbeda dengan komoditas batu bara yang mana jika dibiarkan harganya akan tetap stabil.

Ikbal khawatirkan kebijakan Indonesia akan dibalas oleh China dan India yang mana sejumlah komoditas strategis masih diimpor dari kedua negara itu.

BACA JUGA:  Soal Larangan Ekspor Bahan Baku Migor, Celios Lontarkan Kritik

Meski begitu, dia menilai jika kedua negara melakukan aksi balasan, tidak berpengaruh ke Kalimantan Timur.

Ekspor China dan India ke Indonesia hanya berupa bahan baku kimia seperti logam, karet sintetis, kertas, besi dan baja.

"Ini nggak masalah karena ada sumber impor lain yang memang bisa kita alihkan, yaitu Brasil dan Jepang," ujarnya.(ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ranto Rajagukguk

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co