Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Korupsi Asrama Mahasiswa di Yogyakarta

29 Maret 2024 16:20

GenPI.co - Hakim tunggal PN Kelas IA Palembang menolak gugatan praperadilan yang dilayangkan salah satu tersangka kasus dugaan korupsi aset asrama mahasiswa di Yogyakarta.

Kasipenkum Kejati Sumsel Vanni Yulia Eka Sari mengatakan sebagai pihak termohon, timnya berhasil meyakinkan hakim tunggal untuk menolak gugatan praperadilan itu.

“Kejati Sumsel menang atas gugatan praperadilan tersangka dugaan korupsi aset mahasiswa di Yogyakarta,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (29/3).

BACA JUGA:  Kejagung: Helena Lim Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tata Niaga Timah

Dia mengungkapkan tim kejaksaan memberikan pendapat berdasar fakta dan analisa hukum. Selain itu juga sejumlah bukti yang menyatakan dalil pemohon praperadilan tidak berdasar.

Hakim tunggal PN Kelas IA Palembang Harun Yulianto yang mengadili pun menyatakan menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya.

BACA JUGA:  Kasus Korupsi Timah, Kejagung: Harvey Moeis Samarkan Jatah Keuntungan Tambang Liar

DK sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka berdasar Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-15/L.6/Fd.1/10/2023 tanggal 23 Oktober 2023.

Berdasar surat perintah penahanan dari Kepala Kejati Sumatera Selatan, penyidik kemudian menahan tersangka DK di Lapas Perempuan Klas IIA Palembang per 7 Maret 2024.

BACA JUGA:  Suami Sandra Dewi Tersangka Korupsi, Negara Rugi Rp 271 Triliun

Dalam perkara ini, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp 10 miliar berdasar penilaian KJPP terhadap objek.

“Berdasar penilaian KJPP terhadap Objek, kerugian negara sekitar Rp 10 miliar,” ucapnya.

Modus dari kasus tersebut yakni tersangka yang merupakan notaris di Kota Yogyakarta membuat ikatan jual beli dan akta jual beli. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ridho Hidayat

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co