Adu Kekuatan Elektabilitas Partai Ummat dan Masyumi

23 November 2020 10:10

GenPI.co - Inisiator Partai Ummat, Putra Jaya Husein, mengatakan wacana penggabungan Partai Ummat dengan Partai Masyumi yang dilontarkan Amien Rais butuh waktu lama. Pasalnya, saat ini kedua partai tersebut jalan sendiri-sendiri.

“Soal penggabungan, Partai Masyumi sudah terlalu jauh. Partai Ummat juga sudah terlalu jauh. Jadi, Amien Rais menawarkan (konsep), tapi belum tahu jawaban dari Partai Masyumi,” ujar Putra Jaya Husein dalam keterangannya, Senin (23/11).

BACA JUGA: Mendadak, Politikus PDIP Tina Toon Jadi Sorotan

Meski begitu, kata Putra, proses penggabungan bisa terjadi jika salah satu partai mengaku kalah dalam tingkat popularitas atau kalah elektabilitas.

“Kalau memang niat, kita mau satu. Ya kita jalan aja dulu enam bulan sampai satu tahun. Terus kita survei. Kalau Partai Masyumi lebih tinggi elektabilitasnya daripada Partai Ummat, maka Partai Ummat membubarkan diri dan bergabung ke Partai Masyumi,” kata Putra.

Sebaliknya, jika Partai Ummat lebih besar tingkat elektabilitas dan popularitasnya dari Partai Masyumi, Partai Masyumi juga harus ikut dan bergabung.

Saat ini, Partai Ummat dan Partai Masyumi sama-sama sedang melengkapi berkas untuk mengurus izin pendirian partai politik.

“Kita lihat siapa yang izinnya keluar. Lalu kita lihat, mana yang lebih populer dan diterima masyarakat. Kan ujung-ujungnya masyarakat yang menentukan,” jelas dia.

BACA JUGA: IPW: Negara Jangan Kalah Hadapi Rizieq dan FPI

Putra embeberkan mengapa waktu yang dibuat untuk menentukan sikap bergabung atau tidak hingga satu tahun, ini supaya masing-masing partai ada persiapan dan rasa keadilan bagi semua pihak. (*)
 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co