Menkes Budi Gunadi Bongkar Fakta Mengejutkan, Jokowi Kena Tipu

25 Januari 2021 08:45

GenPI.co - Akademisi Rocky Gerung merespons keras pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang tidak percaya pada data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Budi Gunadi sebelumnya mengaku kapok menggunakan data Kemenkes. Sebab, menurutnya data tersebut tidak valid.

BACA JUGA: Komjen Listyo Sigit Bikin Gemetar Pejabat Polri, Mahfud MD Kaget

Dia justru lebih percaya dengan data yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dirasa lebih update.

"Ini teater baru. Sebab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dulu dengan sangat yakin menganggap covid-19 ini bisa diselesaikan karena Indonesia menggunakan data dari Badan Intelejen Negara (BIN)," ungkap Rocky Gerung, Sabtu (23/1).

Dalam kanal YouTube-nya, Rocky Gerung mengatakan bahwa sekarang justru Budi Gunadi ingin menggunakan data KPU. 

Menurutnya nanti akan ada perselisihan vaksinasi yang akan diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).

BACA JUGA: Ngeri! Langkah JK Mengejutkan, Prabowo dan Megawati Bakal Kaget

Mantan dosen filsafat ini juga menilai hal tersebut sebagai lelucon pejabat negara. Dia juga mengaku ingin melihat perang antara menteri kesehatan dengan departemen kesehatan yang selalu menyediakan data untuk Jokowi.

"Berarti menteri sebelumnya berbohong, dong? Berarti seluruh aparat departemen kesehatan memang amburadul datanya," ungkap Rocky Gerung.

Rocky mengatakan, ada kemungkinan Budi Gunadi mengutarakan hal tersebut karena telah menyimak laporan dari luar negeri. 

Sebab, menurutnya negara lain menganggap data Indonesia amburadul.

"Budi Gunadi baru membaca report dari luar negeri, dari berbagai majalah luar negeri, yang menganggap bahwa memang Indonesia sudah amburadul, dan nggak ada yang percaya cara menghitung data di Indonesia," tegas Rocky Gerung.

Rocky menganggap keputusan Budi Gunadi memang benar. Akan tetapi, Rocky menilai hal yang salah dari Budi Gunadi adalah keputusannya menggunakan data KPU yang juga memiliki kemungkinan untuk salah.

Menurut Rocky, selama ini presiden telah ditipu data dan tidak memahami data yang dikeluarkan.

"Jadi presiden itu betul-betul ditipu, atau memang dia tidak mampu melihat tipuan itu oleh aparatnya sendiri, kan itu data seolah-olah data demografi, data kesehatan, tapi kekhususan dari vaksin itu tidak diperlihatkan, atau tidak dia mengerti," tutur Rocky Gerung.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Tommy Ardyan Reporter: Panji

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co