Rekomendasi 10 Kuliner Medan Saat Lebaran

Kuliner menjadi salah satu daya tarik yang dicari wisatawan saat Lebaran tiba. Seperti halnya Medan. Terkenal akan cita rasa durian yang lezat, Medan punya banyak kuliner khas yang patut dicoba.

Tak hanya menjadi “surga” bagi pencinta kuliner, berbagai tempat makan di Medan juga asyik dijadikan sebagai spot nongkrong. Dijamin #PesonaMudik2018 makin asik.

"Medan merupakan salah satu destinasi wisata dengan kuliner yang juara. Perpaduan bumbu khas Sumatera begitu kental terasa. Begitu juga dengan suasana kotanya. #PesonaKulinerLebaran2018 di Medan akan menjadi salah satu yang wajib diburu pada libur Lebaran," kata Menpar Arief Yahya, Selasa (5/6).

Lantas ada kuliner apa saja yang asik dinikmati di Medan? Simak #10TopPesonaKulinerLebaranMedan yang wajib kamu dicicipi!

Durian Ucok Medan

Tidak berlebihan rasanya menyebut Medan sebagai “surga” para pencinta durian. Karenanya, kunjungan ke Medan akan kurang lengkap tanpa mencoba buah satu ini. Durian medan dikenal memiliki kelezatan khas yang akan membuat penikmatnya ketagihan. Jadi, jangan heran jika kamu menemukan banyak penjual durian di sepanjang jalan.

Salah satu yang paling populer adalah Durian Ucok Medan. Popularitasnya tak terlepas dari tekstur daging Durian Ucok yang tebal, lembut, dan legit. Tidak hanya disajikan dalam bentuk buah, kamu juga bisa menikmati durian dalam bentuk pancake dan es krim. Daripada terus membayangkan kelezatannya, kamu bisa langsung mencicipi kelezatan durian di Jalan Wahid Hasyim.

Soto Kesawan Enak Tenan

Jika ingin menikmati makanan berkuah, kamu bisa mengunjungi Soto Kesawan Enak Tenan di Jalan Ahmad Yani No 116. Soto yang ditawarkan cukup unik karena menggunakan udang gala sebagai lauknya. Udang akan digoreng terlebih dulu sebelum dimasukkan ke kuah soto. Jadi, akan lebih gurih dan terasa aromanya.

Bagi yang kurang menyukai udang, tak perlu khawatir karena Soto Kesawan Enak Tenan juga menyediakan menu soto daging ayam dan sapi. Ada pula menu soto campur yang merupakan campuran udang, daging ayam, dan sapi.

Mie Ayam Jamur Kumango

Di kawasan Jalan Mangkubumi, ada tempat makan spesial bagi para pencinta mi, yakni Mie Ayam Jamur Kumango. Tekstur mi tipis dan kenyal dengan lauk berupa irisan daging ayam dan jamur. Tidak ketinggalan taoge, sawi, dan taburan bawang goreng yang semakin menambah kelezatan mie.

Berdiri sejak tahun 1958, Mie Ayam Jamur Kumango menjadi salah satu tempat makan di Medan yang terkenal. Selagi mencicipi mi ayam jamur, tak ada salahnya untuk turut memesan secangkir kopi tradisional khas agar pengalaman kuliner semakin sempurna.

Warkop Elisabeth

Terletak tepat di depan Rumah Sakit Santa Elisabeth di Jalan H Misbah, Warkop Elisabeth hampir tak pernah sepi pengunjung. Menu yang ditawarkan cukup sederhana, mulai dari kopi, teh, hingga mi goreng. Meski begitu, tempat ini kerap dijadikan lokasi nongkrong para pengunjung.

Menu andalannya bernama nasi perang, yakni semacam nasi kucing dengan lauk telur, ikan, atau ayam yang biasa dipesan sebagai makanan pembuka. Buka selama 24 jam, kamu bebas datang ke Warkop Elisabeth kapan pun untuk mengisi perut atau sekadar berkumpul bersama orang-orang terdekat.

Lontong Kak Lin

Sesuai namanya, menu utama kuliner satu ini adalah lontong. Lontong yang ditawarkan beragam, mulai dari lontong sayur, lopis, hingga lontong pecel. Kamu bisa menikmati kuliner ini sebagai menu sarapan maupun makan siang karena Lontong Kak Lin buka pukul 07:00 – 18:00. Ada pula berbagai makanan ringan, seperti kue sus, klepon, dan martabak yang bisa kamu coba.

Nama “Kak Lin” sendiri berasal dari nama sang pemilik, Nuzulina, yang sudah membuka tempat makan ini sejak 1994. Berawal dari sebuah kios kecil, kini Lontong Kak Lin bisa kamu nikmati di sebuah bangunan ruko. Kamu bisa mengunjungi tempat makan ini di Jalan Teuku Cik Ditiro No 76, tepatnya di depan SMA 1 Medan.

Mie Balap Wahidin

Kuliner khas Kota Medan lainnya bisa kamu temukan di Jalan Wahidin, simpang Jalan Gajah, yaitu Mie Balap Wahidin. Menggunakan mi sebagai menu utama, warung makan ini memiliki menu andalan berupa bihun goreng dan kwetiau goreng. Penamaan “Mie Balap” sendiri diambil dari teknik memasak dan penyajian para penjual yang amat cepat.

Cara pembuatan Mie Balap Wahidin pun unik, yakni digoreng di atas kuali dengan menggunakan kayu bakar. Proses masak inilah yang membuat cita rasa Mie Balap Wahidin cukup khas. Kamu juga bebas memilih lauk apa yang ingin digunakan, mulai dari telur, bakso ikan, hingga cumi-cumi.

Rumah Makan Tabona

Berada di Jalan Mangkubumi No 17, Rumah Makan Tabona menyajikan berbagai menu masakan rumah. Lokasinya yang cukup strategis menjadikan Rumah Makan Tabona tak pernah sepi akan pengunjung. Salah satu menu andalan yang patut kamu coba adalah bihun kari, kari ayam, kari sapi, hingga kari kambing. Kamu bisa menikmati berbagai hidangannya pukul 07.00 – 17.00.

Kedai Kopi Apek

Bagi pencinta kopi, berkunjung ke Kedai Kopi Apek tentu tak boleh dilewatkan. Berdiri sejak 1922, Kedai Kopi Apek menjadi kedai kopi tertua di Medan. Kamu bisa datang ke Jalan Hindu No 37 untuk mencicipi cita rasa khas kopinya.

Lalu, apa yang membuat kopi buatan Kedai Kopi Apek begitu digemari? Rahasianya terletak pada ketelitian pemilik kedai dalam meracik kopi. Mulai dari pemilihan kopi, pengaturan suhu air, hingga teknik mengaduk pun sangat diperhatikan demi menciptakan secangkir kopi yang nikmat. Sembari minum kopi, kamu juga bisa memesan makanan ringan, seperti roti bakar dan roti kukus yang tersedia.

Bihun Bebek Asie

Ada pula kuliner legendaris yang terkenal akan kelezatannya, yakni Bihun Bebek Asie di kawasan Jalan Kumango. Setiap porsinya terdiri dari bihun, potongan daging bebek, sawi, serta taburan daun bawang dan bawang goreng. Kuah bihun pun disajikan terpisah, sehingga kamu bisa menikmatinya sesuai selera. Kenikmatan rasa kaldu bebek yang disajikan menjadi daya tarik utama kuliner ini. Wajib dicoba!

Tip Top Restaurant

Sudah puas mendatangi seluruh tempat makan di Medan? Saatnya mencuci mulut di Tip Top Restaurant di kawasan Jalan Kesawan! Menu utama yang ditawarkan Tip Top adalah es krim. Saat memakannya, kamu akan langsung merasakan lembutnya tekstur es krim yang khas.

Berdiri sejak 1934, Restoran Tip Top masih mempertahankan nuansa khas tempo dulu pada bangunannya. Arsitektur khas Belanda dengan suasana ala Eropa masih kental terasa di setiap sudut ruangan. Menikmati berbagai hidangan penutup di sini bisa mengakhiri petualangan kulinermu di Medan dengan sempurna.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter