Mengenal Anarcho Snydicalism, Serikat Buruh Tak Ingin Diatur

Mengenal Anarcho Snydicalism, Serikat Buruh Tak Ingin Diatur - GenPI.co
Muncul gerakan dari kalangan buruh bernama Anarcho-Syndicalism. Seperti apa? (Foto : Okezone)

GenPi.co - Bisa jadi baru tahun ini demo buruh sedikit tegang lantaran aksi kelompok yang diketahui merupakan bagian dari Anarcho Syndicalism. Mereka diketahui melawan petugas dan membuat kerusakan sejumlah fasilitas publik. Paling mentereng memang di Bandung lantaran anggotanyanya cukup banyak. Tapi ternyata gerakan ini ada di beberapa wilayah Indonesia lainnya. May Day kemarin Jakarta, Surabaya, dan Makassar, diguncang dengan kehadiran massa yang berbaju hitam-hitam ini.

Baca juga :

'Elvis Presley' Nikahkan Sophie Turner dan Joe Jonas 

Deretan Komen Kocak Netizen Indonesia di Instagram Iker Casillas 

Fenomena Anarcho-Syndicalism di Aksi Hari Buruh 

Sebenarnya siapa sih mereka? Jadi Anarcho Syndicalism merupakan fenomena Internasional yang disederhanakan menjadi, kelompok pekerja yang ingin bebas dari aturan dan menentukan aturannya sendiri. Dikutip dari laman Detik, dari buku 'Political Theorists in Context' karya Stuart Issacs dan Chris Sparks, anarcho-syndicalism atau anarko-sindikalisme adalah cabang dari anarkisme yang berkonsentrasi pada pergerakan buruh (Sindikalis dari bahasa Prancis yang artinya Serikat Buruh). Kelompok ini menyerukan penghapusan sistem upah dan juga pembentukan manajemen industri mandiri. Mereka menginginkan pekerja bisa menentukan upah mereka sendiri.

Secara Internasional, gerakan Anarcho-Syndicalism berada di bawa federasi bernama International Workers Association (IWA) dengan simbol bendera berwarna merah dan hitam. Dalam situs resminya, pada May Day ini, IWA menyerukan anggotanya turun ke jalan dan mengambil kendali atas hidup mereka. Tak heran jika tahun ini, terutama di Indonesia, Anarcho-Syndicalism kompak banget muncul di beberapa tempat. Menurut saksi mata, ulah mereka meresahkan. Mereka disebut biang rusuh sebab kerap melakukan tindakan ngeselin seperti aksi coreat-coret, atau melemparkan kata-kata makian.


Berita Selanjutnya
Nusantara