Anti Israel, Ini Sejarah Hubungan Mesra Indonesia-Palestina

Sejarah panjang di balik hubungan erat Indonesia - Palestina dan anti Israel (Foto : BBC Indonesia)
Sejarah panjang di balik hubungan erat Indonesia - Palestina dan anti Israel (Foto : BBC Indonesia)

GenPI.co - "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel," Soekarno, 1962. Begitu lantang Presiden pertama Republik Indonesia itu menyatakan dukungannya untuk bangsa Tanah Tuhan, Palestina. Dukungan tersebut hingga kini tetap konsisten. Bukan hanya sekedar kata, namun juga tindakan nyata. 

Bung Karno memang belum pernah pergi ke Palestina. Tapi pekikan kemerdekaan Palestina dan anti penjajah Israel dari Sang Proklamator tercatat dalam sejarah. Indonesia telah berhutang besar pada Palestina sebab mereka lah yang pertama kali secara terbuka memberikan dukungan pada perjuangan kemerdekaan bangsa ini. 

Baca juga :

Ramadhan Kareem, Anies Baswedan Kedatangan Imam Besar Palestina 

Intip 5 Kuliner Khas Jember, Kota Kelahiran Minarni Soedarjanto 

Bentar Lagi Imsak? Ini Menu Simpel Praktis Gak Sampai 5 Menit! 

Ya, setahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya 6 September 1944, Mufti besar Palestina,Syekh Muhammad Amin Al-Husaini menyatakan dukungan pada kemerdekaan RI. Dari buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, tulisan M Zein Hassan, dukungan yang disiarkan radio Sang Syekh menjadikan jalanan di Palestina dipenuhi gelombang aksi solidaritas untuk Indonesia. Malah salah satu saudagar kaya di sana menyumbang setengah kekayaannya pada bangsa ini yang tengah berjuang.


Setelah merdeka, Indonesia butuh pengakuan sebagai negara berdaulat. Sekali lagi Palestina bahkan memaksa Mesir mengakui kemerdekaan RI. Setelah akhirnya mendapat kedaulatan, saatnya negeri ini membalas jasa Palestina dengan dukungan tanpa henti. Indonesia tak sudi mengakui negara Israel yang diproklamirkan David Ben Gurion pada 14 Mei 1948 sebab pendiriannya mencaplok tanah Palestina. Karena itulah, sejak zaman Bung Karno, RI tak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Negeri Bintang Daud.


RELATED NEWS

Berita Tentang I Dont Hate Monday Terbaru dan Terkini Hari ini

KULINER