Mengintip Dekatnya Kesultanan Palembang dengan Tarekat Sammaniyah

Rumah dinas residen Belanda yang didirikan di atas reruntuhan istana Sultan Palembang Mahmud Badaruddin, sekarang menjadi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Rumah dinas residen Belanda yang didirikan di atas reruntuhan istana Sultan Palembang Mahmud Badaruddin, sekarang menjadi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

GenPI.co — Kesultanan Palembang Darusalam memiliki hubungan yang unik dengan Tarekat Sammaniyah yang secara sederhana bisa digambarkan sebagai pelindung dan pendorong bagi perkembangan dan penyebarluasan Tarekat tersebut di nusantara. 

Tarekat Sammaniyah dikenalkan di Asia Tenggara oleh Abdul Shomad Al-Palimbani, seorang ulama asli Palembang. Setelah kuat mengakar di Palembang, Tarekat Sammaniyah  menyebar ke berbagai tempat di Kepulauan Asia Tenggara.

Tarekat Sammaniyah menyebar ke Kalimantan Selatan, Batavia, Sumbawa, Sulawesi Selatan, d an Semenanjung Melayu dan menjadi Tarekat yang paling banyak pengikutnya di Asia Tenggara sampai paruh pertama abad kesembilanbelas.

Tarekat Sammaniyah sendiri didirikan oleh ulama besar bernama Muhammad Abdul Karim al-Samman, dia adalah penjaga makam Rasulullah saw. yang wafat pada tahun 1775. 

Dari Palembang dia berangkat ke Mekah dan Madinah bersama teman-temannya, dua diantaranya adalah Kemas Ahmad bin Abdullah dan Muhammad Muhyiddin bin Syihabuddin. Mereka berguru langsung kepada Muhammad Abdul Karim al-Samman. Abdul Shomad Al-Palimbani sendiri lalu berkembang menjadi tokoh yang berpengaruh di kalangan muslim nusantara yang berada di tanah suci dan produktif menghasilkan berbagai karya tulis dalam bidang agama. 

Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS