Dengan Aplikasi Ini, Kamu Mudah Tahu tentang Kota Lama Semarang

Ketua BPK2L Hevearita G Rahayu (kiri) bersama Kabid Pengawasan Nik Sutiyani (tengah) saat mengunjungi Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama di Gedung Oudetrap (foto: Gus Wahid)
Ketua BPK2L Hevearita G Rahayu (kiri) bersama Kabid Pengawasan Nik Sutiyani (tengah) saat mengunjungi Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama di Gedung Oudetrap (foto: Gus Wahid)

GenPI.co— Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang telah meluncurkan aplikasi untuk mengetahui data dan informasi tiap gedung bersejarah di Kota Lama. 

Aplikasi bernama Kota Lama Semarang ini sudah dapat diunduh melalui Google Store.

Kabid Pengawasan Distaru Nik Sutiyani menjelaskan jika aplikasi ini akan memudahkan warga dan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Kota Lama. 

Baca juga:

Ini 6 Rekomendasi Tempat Bukber di Semarang

Saatnya Selfie Keren di Taman Miniatur Dunia Mini Mania Semarang

Pasalnya, di dalamnya terdapat informasi 116 bangunan cagar budaya. 

“Jadi nanti lewat aplikasi tersebut, wisatawan tinggal melakukan scan barcode yang ada di tiap-tiap bangunan. Nantinya dari hasil barcode tersebut akan diketahui informasi bangunan terkait secara detail. Aplikasi ini juga sekaligus database kami,” ujarnya.

Wisatawan tinggal mengunduh aplikasi tersebut di Google Play Store. Menurutnya di tiap-tiap bangunan konservasi tersebut akan diberi tanda QR atau barcode.

Program ini sendiri dibuat untuk mendukung program Semarang smart city yang dicanangkan Walikota Hendrar Prihadi. Sehingga juga memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama saat mencari informasi tentang bangunan yang dikehendaki.

“Selain itu, kami juga melengkapi aplikasi dengan Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama di gedung Oudetrap. Tujuannya untuk melayani pemilik bangunan di Kota Lama yang membutuhkan informasi, perizinan, keluhan bangunan tidak harus datang ke Balikota tapi bisa dilayani staf Dinas Tata Ruang di gedung Oudetrap,” tukasnya. 

Yang paling penting, kehadiran Klinik Pengawasan Bangunan tersebut juga menunjang pengisian dokumen Kota Lama. Aplikasi tersebut masuk dalam dalam dossier di poin management plan.

“Management plan ini nilainya sangat tinggi, karena untuk melihat bagaimana kita menjaga kawasan Kota Lama. Ada klinik pengawasan bangunan juga untuk menunjukan pemerintah benar-benar memperhatikan dan komitmen menjaga kawasan ini,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa klinik pengawasan bangunan Kota Lama dan aplikasinya merupakan cita-cita yang sudah lama diinginkan Pemkot Semarang. 

"Kota Lama Semarang kan salah satu destinasi wisata sudah familiar diketahui hingga mancanegara. Harapannya dengan adanya aplikasi ini, wisatawasan bisa lebih mudah menggali informasi terkait bangunan cagar budaya Kota Lama," kata Ita sapaan akrabnya.

Ita yang juga Wakil Walikota Semarang ini menambahkan dengan adanya Klinik Pengawasan Bangunan, pemilik bangunan bisa berkonsultasi cara merawat ataupun syarat untuk merevitalisasi bangunan miliknya. 

Menurut Ita, bangunan Kota Lama yang dulunya terbengkalai kini mulai difungsikan, contohnya gedung PT PPI.

Selain itu juga ada lima bangunan sudah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Semarang, selanjutnya ada gedung PTPN IX, bahkan PT Taman Wisata Candi Borobudur juga mulai melirik bangunan Kota lama untuk dikembangkan. 


Tonton juga video ini:


Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER