Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Marak Pembongkaran Makan di Bandung, Ini Penyebabnya

Ilustrasi - Petugas yang mengenakan APD memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Selasa (29/12/2020). (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro A/foc)
Ilustrasi - Petugas yang mengenakan APD memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Selasa (29/12/2020). (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro A/foc)

GenPI.co - Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan setiap rumah sakit (RS) harus valid dalam mengidentifikasi status jenazah yang meninggal karena Covid-19. Hal itu lantaran munculnya kasus pembongkaran makam.

Menurut Ema Sumarna, pihaknya sudah menyediakan tempat pemakaman khusus bagi jenazah Covid-19 di TPU Cikadut. Nantinya seluruh pasien Covid-19 yang meninggal diharap dimakamkan ke TPU Cikadut.

BACA JUGA:  Gara-gara BTS Meal, 11 Gerai McD di Bandung Kena Denda & Disegel

"Kita sudah menetapkan lokasi pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Cikadut. Tapi kalau tidak Covid-19, ya jangan divonis Covid-19. Ini makanya rumah sakit harus benar-benar valid saat RS memvonis ini ," kata Ema seperti yang dilansir Anatar, Selasa, (15/6/21).

Seperti diketahui, saat ini ada sejumlah makam di TPU Cikadut yang dibongkar oleh pihak keluarga karena  jenazah yang meninggal ternyata tidak terkonfirmasi Covid-19.  Pembongkaran kuburan ini juga dapat membahayakan penularan Covid-19.

Ema menilai hal tersebut bisa menjadi polemik di masyarakat. Karena itu, jangan sampai ada jenazah yang tidak terkonfirmasi namun divonis dengan status COVID-19.

BACA JUGA:  Buntut Kerumunan, Gerai McD di Bandung Didenda dan Disegel

"Setahu saya Dinas Kesehatan sudah rapat dengan seluruh pimpinan RS, dan ini harus benar-benar valid, jangan sampai karena di Bandung kan lahannya masih luas," kata Ema.

Adapun berdasarkan catatan pengelola TPU Cikadut, sejak Januari 2021 ada sebanyak 998 jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Dari total tersebut, 796 di antaranya merupakan jenazah yang dipastikan terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan sisanya merupakan jenazah suspek Covid-19 dan probabel Covid-19.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING