Sajian Lebaran, Ini Fakta tentang Kue Kering

Kue kering (foto: pixabay)
Kue kering (foto: pixabay)

GenPI.co— Lebaran, sajian kue kering selalu tak pernah ketinggalan. Nastar, putri salju, kastengel dan masih banyak lainnya. 

Tapi, tahukah kamu fakta dari penyajian kue-kue ini? Berikut ulasannya :

Kue kering ternyata sudah ada sejak berabad-abad lalu

Menurut sejarah, kue kering berasal dari Persia. Masyarakat sudah mengenal kue kering sejak abad ke-7. Saat itu, ada seorang tukang roti ingin membuat kue. 

Sayangnya soal urusan panggang memanggang tidaklah mudah. Untuk mengukur suhu yang tepat, biasanya para tukang roti saat itu menjatuhkan sedikit adonan ke dalam oven. 

Baca juga:

Kue Dollar, Oleh-oleh Cemilan Khas Surabaya

5 Kue Kering Favorit Sajian Lebaran

Adonan kue yang jatuh inilah menjadi awal adanya kue kering. Saat itu, kue kering hanya versi tipis dari kue pada umumnya dan disajikan dalam porsi kecil dengan warna cokelat keemasan.

Menu kaum bangsawan 

Pada zaman dahulu kue kering hanya disajikan bagi kaum bangsawan. Kue kering kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui pedagang Muslim. 

Salah satu wilayah yang ikut mempopulerkan kue kering adalah daratan Eropa. 

Di Eropa, sejarah kue kering bermula di Spanyol saat penaklukan Muslim. Kemudian pada 1596, makanan ringan ini menjadi makanan yang disajikan untuk kelas menengah di Inggris. Kue kering ini berkembang karena penganan tersebut bisa awet dalam waktu lama.

Masuk Indonesia saat penjajahan Belanda 

Salah satu kue kering yang terkenal di Indonesia adalah nastar. Penganan ini laris ketika Lebaran. 

Setelah nastar, kemudian muncul berbagai varian kue kering lainnya. Sementara, nastar masuk ke Indonesia ketika masa penjajahan Belanda. 

Kue ini menjadi pengganti pie blueberry yang menjadi kegemaran bangsa Belanda. Nastar adalah kepanjangan bahasa Belanda yaitu “Ananas atau nanas” dan “Taart yaitu tart atau pie” yang artinya tart nanas. 

Jangan lupa siapkan kue kering untuk Lebaran nanti ya.


Tonton juga video ini:


Reporter : Mia Kamila

Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER