Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

RS Hasan Sadikin Bandung Kepayahan, 212 Nakes Positif Covid-19

Ilustrasi - Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan Covid-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (5/6/2020). (FOTO: ANTARA/FB Anggoro/foc)
Ilustrasi - Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan Covid-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (5/6/2020). (FOTO: ANTARA/FB Anggoro/foc)

GenPI.co - Sebanyak 212 tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung dinyatakan positif Covid-19. Angka tersebut merupakan jumlah akumulasi pada periode 1-20 Juni 2021.

Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS, dr. Yana Akhmad Supriatna mengatakan rincian sebanyak 171 orang yang positif adalah nakes, sementara 41 orang sisanya adalah pegawai non-nakes. Jumlah nakes dan pegawai RSHS yang terinfeksi Covid-19 bulan ini mengalami peningkatan yang signifikan dibanding bulan sebelumnya.

BACA JUGA:  Tingkat Keterisian Ruang Isolasi Covid-19 di Bandung Mulai Kritis

"Jumlah nakes terpapar, untuk bulan Juni sampai dengan 20 Juni sudah tercatat 212 orang pegawai. Meningkat dibanding bulan sebelumnya," ungkapnya dalam keterangan resmi seperti yang dilansir dari Ayobandung.com, kemarin.

Lebih lanjut, kata Yana, Peningkatan tersebut terjadi lebih dari dua kali lipat dibanding periode Mei 2021. Dia mengatakan, sepanjang Mei 2021, total terdapat 61 pegawai nakes dan non-nakes di RSHS yang terinfeksi Covid-19.

"Dari 212 orang ini, yang tercatat menjalani perawatan ada 14 orang, atau setara sekitar 6%. Selebihnya tanpa gejala, menjalani isoman (isolasi mandiri) di rumah masing masing," ungkapnya.

BACA JUGA:  Covid-19 di Bandung Meroket, Ruang Isolasi Nyaris Penuh

Dia mengatakan, meskipun banyak pegawainya yang terinfeksi Covid-19, saat ini RSHS masih memberikan pelayanan medis bagi seluruh pasien. Baik pasien Covid-19 maupun non Covid-19.

Namun, seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Jawa Barat ditambah jumlah nakes siaga yang berkurang, maka beban berat tengah menghantui para pegawai.

"Karena kasus semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, tentu saja menyebabkan beban bagi para nakes kami. Baik beban psikologis maupun fisik. Apalagi ada nakes yang terpapar Covid-19, itu berpengaruh ke psikologis," ungkapnya.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING