Fenomena Semburan Belerang di Danau Batur Bali, Ribuan Ikan Mati

Fenomena Semburan Belerang di Danau Batur Bali, Ribuan Ikan Mati - GenPI.co
Sejumlah warga menangkap ikan yang tetiba jinak di pinggir danau. (Foto: Antara/HO-Dokumen pribadi)

GenPI.co - Ribuan ikan nila atau ikan mujair mati di Danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa, 20 Juli 2021.

Ketua kelompok nelayan ikan mujair Danau Batur, Jero Agus Kintamani mengatakan kematian ikan nila akibat keracunan belerang. Padahal ikan hasil budidaya tersebut sudah siap dipanen dan dijual.

"Ikan nila atau di sini disebut ikan mujair kami mati sekitar 18.000 ekor, belum milik petani lainnya. Mana ikan nilanya sudah besar dan siap dijual," kata Jero Agus Kintamani, seperti yang dilansir Antara, Selasa, 20 Juli 2021.

BACA JUGA:  Ada Sentuhan Indonesia di Balik Cantiknya Atlet Hungaria

Para pembudidaya ikan tersebut berharap Pemkab Bangli dan Bupati Bangli yang baru bisa memberikan bantuan modal agar mereka bisa melanjutkan budidaya ikan tersebut.

"Hampir semua ikan milik petani di Danau Batur keracunan belerang yang keluar selama beberapa hari ini," katanya.

BACA JUGA:  Fahri Hamzah Yakin Bakal Kembali ke Parlemen 2024

Zat belerang memang selalu keluar dari dasar Danau Batur. Jika danau menyemburkan belerang otomatis ikan yang diternak para petani di danau itu mati keracunan. Kejadian ini selalu muncul setiap tahun. Para petani pun sudah siap dengan resiko ini.

Pemkab Bangli biasanya juga tidak membantu permodalan pembudidaya ikan. Namun kali ini Jero Agus Jambe berharap ada bantuan dari Pemkab Bangli karena kondisi saat ini serba sulit terdampak pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat yang menyebabkan daya beli masyarakat turun.

BACA JUGA:  Mengejutkan, Siti Fadilah Bongkar Dalang di Balik Covid-19

Ia mengaku semua ikan nila yang dibudidaya mati totalnya sekitar 3 ton. "Kalau satu kg ikan nila di pasar harganya Rp28.000 kali 3.000 kg, berarti sekitar Rp84 juta kerugian kami. Belum petani lainnya," ujarnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara