Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi, Luhut Perintahkan Hal Ini

Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi, Luhut Perintahkan Hal Ini - GenPI.co
Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: JPNN.com

GenPI.co - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memerintahkan seluruh kepala daerah di wilayah PPKM Darurat se-Jawa dan Bali untuk mengevaluasi kembali penyebab kematian yang tinggi pada sejumlah wilayah tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan secara virtual bersama para pemimpin daerah se-Jawa dan Bali beserta sejumlah menteri terkait, pada Rabu (21/7). 
 
“Saya kira ini bisa berjalan lebih masif lagi, terutama sebagai mitigasi kemungkinan lonjakan setelah Iduladha selama dua minggu kedepan,” ucap Menko Luhut seperti dikutip Kamis (22/7).

Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta agar para kepala daerah memiliki data yang pasti.
 
Data yang diperlukan di antaranya terkait pasien meninggal apakah sudah divaksinasi ataukah belum, memiliki ketersediaan oksigen atau tidak, mendapatkan penanganan rumah sakit, dan akses kepada obat. 
 
“Kalau boleh, semua teman-teman para gubernur dan para bupati/walikota untuk melakukan pendataan,” tambahnya. 
 
Luhut menegaskan pemerintah harus fokus kepada menurunkan tingkat kematian yang telah mencapai lebih dari seribu orang.

BACA JUGA:  Covid Meledak, Mimika Minta Kaji Ulang PON dan Lockdown Total

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan varian Delta memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat, juga tingkat sembuhnya lebih cepat. 
 
"Namun wafatnyapun jadi lebih cepat. Oleh karena itu, saya meminta teman-teman di rumah sakit untuk segera menyusun tata laksana perawatan covid yang baru,” ucap Budi.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan dari hasil riset yang dilakukan oleh daerahnya jumlah orang meninggal yang sudah divaksin jauh lebih kecil. 
 
"Angkanya membuktikan apa yang selama ini diharapkan itu persis, bahwa case fatality rate itu menurun jauh,” ungkapnya. (mcr10/jpnn)

BACA JUGA:  Angin Segar saat Pandemi Covid-19 di Indonesia, Hamdalah

Simak video menarik berikut:

Berita Selanjutnya
Nusantara